Mata Pelajaran :
Bahasa Indonesia
Kelas / Semester :
X / Gasal
Pertemuan ke- :
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Materi
Pokok :Teks Anekdot
Kompetensi Inti :
1.
Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya
2.
Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
3.
Memahami, menerapkan,
menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.
Mengolah, menalar, menyaji,
dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara
efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar dan Indikator :
1.1
Menghargai dan mensyukuri keberadaan
bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan
bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.
2.2
Menunjukkan sikap tanggung jawab,
peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat
anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
3.4
Memahami struktur
dan kaidah teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan
-
Menentukan struktur teks anekdot dengan
benar.
-
Menentukan kaidah teks anekdot dengan
benar.
4.4 Menginterpretasi makna teks anekdot baik secara
lisan maupun tulisan
-
Menentukan isi teks anekdot
-
Menjelaskan makna kata, istilah, dan
ungkapan dalam teks anekdot dengan benar
I.
Tujuan
1.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan struktur teks anekdot mengenai
“KUHP dalam Anekdot” secara lisan maupun tulisan dengan tepat (dengan penuh tanggung jawab, percaya diri)
2.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan kaidah teks anekdot mengenai “KUHP
dalam Anekdot” secara lisan maupun tulisan dengan tepat (dengan penuh tanggung jawab)
3.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat mengidentifikasi isi teks anekdot mengenai
“KUHP dalam Anekdot” secara lisan maupun tulisan dengan tepat (dengan jujur)
4.
Setelah berdiskusi dan berlatih, peserta
dapat menjelaskan makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot dengan
benar (dengan percaya diri dan penuh
tanggung jawab)
II. Materi Ajar
A.
Struktur isi teks anekdot
B.
Ciri bahasa teks anekdot
C.
Isi teks anekdot
- Makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot
Nilai-nilai yang dikembangkan
·
Percaya diri
·
Tanggung jawab
·
PAK( Pendidikan Anti Korupsi )
·
Jujur
·
Disiplin
·
Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH )
III. Metode Pembelajaran
A. Pendekatan : Saintifik (ilmiah)
B. Metode : Diskusi, tanya jawab, inkuiri,
penugasan, unjuk kerja
IV. Alat / Bahan / Sumber Belajar
A. Media
-
Video humor/
anekdot
-
Contoh teks
anekdot
B.
Alat/ Bahan
-
LCD
-
Laptop
C.
Sumber Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekspresi Diri dan
Akademik. 2013. Jakarta: Kemendikbud.
V. Langkah-langkah
Pembelajaran
|
|
Kegiatan
|
Nilai-nilai
yang dikembangkan
|
Alokasi waktu
|
|
A
|
Kegiatan Awal
1.
Salah seorang peserta didik memimpin
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2.
Peserta didik dan guru melakukan curah
pendapat tentang teks anekdot setelah menyimak tayangan humor/ anekdot.
3.
Peserta didik mengekspresikan rasa
syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah menyimak tayangan teks humor/
anekdot.
4.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5. Menyepakati
kegiatan yang akan dilakukan.
6. Guru
membagi 5 kelompok kecil untuk berdiskusi tentang teks teks anekdot
|
taqwa
disiplin
peduli
disiplin
tanggung jawab
peduli
disiplin
|
10 menit
|
|
B.
|
KEGIATAN INTI
1.
Peserta didik mengamati dan membaca
teks Anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot” dengan teliti dan bertanggung
jawab dan rasa ingin tahu.
2.
Peserta didik mencermati uraian yang
berkaitan dengan struktur isi teks
anekdot (abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda).
3.
Peserta didik mempertanyakan struktur
isi teks anekdot (abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda)dengan
cermat.
4.
Peserta didik menemukan struktur isi
teks anekdot (abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda)
5.
Peserta didik menemukan ciri bahasa
teks anekdot (pertanyaan retoris, proses material, dan konjungsi temporal).
6.
Peserta didik menjelaskan makna kata,
istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot.
7.
Masing - masing kelompok
mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang teks anekdot ” KUHP dalam
Anekdot”
8.
Peserta didik mengomunikasikan dan
saling menilai kebenaran/ketepatan kesimpulan antarkelompok.
9.
Peserta didik menanggapi presentasi
teman/kelompok lain secara santun.
10.
Penguatan dari guru.
|
cermat
cermat
percaya diri
tanggung jawab
cermat
percaya diri
percaya diri
tanggung jawab
peduli
tanggung jawab
|
70 menit
|
|
C
|
KEGIATAN AKHIR
1. Peserta didik menyusun rangkuman dengan bimbingan
guru.
2. Peserta didik melakukan refleksi misalnya
mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran.
3. Peserta didik diminta mencari contoh-contoh teks
anekdot yang beragam.
4.
Peserta
didik diberi tahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks
anekdot.
5.
Salah
seorang peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.
|
tanggung
jawab
demokrasi
tanggung
jawab
peduli
taqwa
|
10 menit
|
VI. Penilaian
1. Jenis/ Teknik penilaian
|
Jenis/Teknik penilaian Jenis/Teknik
|
Bentuk Instrumen
|
|
Observasi
|
Lembar pengamatan sikap dan rubrik
|
|
Tes Tulis
|
Tes uraian, menentukan struktur dan makna teks
anekdot
|
|
Tes Praktik-Proyek
|
Menulis teks anekdot, rubrik penilaian
|
2. Lembar
Pengamatan Sikap
LEMBAR
PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran :...........................................................
Kelas/Semester :...........................................................
Tahun Pelajaran :...........................................................
Waktu Pengamatan : ..........................................................
Indikator perkembangan karakter kreatif,
komunikatif, dan kerja keras
1.
BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan
tugas
2.
MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih
sedikit dan belum ajeg/konsisten
3.
MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
4.
MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara
terus-menerus dan ajeg/konsisten
|
No.
|
Nama Siswa
|
Religius
|
Tanggug Jawab
|
Peduli
|
Responsif
|
Santun
|
|||||||||||||||
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
||
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
...
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan :
BT :
belum tampak
MT: mulai tampak
MB: mulai berkembang
MK: membudaya
Pensekoran :
5 = kurang
6 = sedang
7 = baik
8 = sangat baik
KUHP DALAM
ANEKDOT
1.
1 Seorang
dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana.
Suasana kelas biasa-biasa saja.
2.
Saat sesi
tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?”
Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad.
“Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen.
Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”
3.
Mahasiswa
lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya
menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu
jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas,
“Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak …!”
Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu,
mereka tertawa terbahak-bahak.
4. Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.
(Diadaptasi dari
http://fuadusfa4.blogspot.com/2010/02/anekdot-hukum.html)
Tes
Uraian !
1. Jelaskan pengertian anekdot!
2.
Jelaskan struktur teks anekdot!
3.
Temukan makna yang terdapat dalam teks anekdot “KUHP dalam Anekdot”
Kunci
Jawaban
1.
Pengertian anekdot
Anekdot adalah
cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan biasanya mengenai orang
penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
- Struktur anekdot
·
Abstraksi adalah bagian di awal paragraf
yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini
menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
· Orientasi
adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang
bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian
ini.
· Krisis
adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang
terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
· Reaksi
adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan
masalah yang timbul di bagian krisis tadi.
· Koda
merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi
kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
- Makna yang
terdapat dalam teks anekdot “ KUHP dalam Anekdot” adalah
-
Abstraksi
: seorang dosen memberikan kuliah hukum pidana (paragraf 1)
-
Orientasi
: suasana kelas biasa-biasa saja (paragraf 1)
-
Krisis
: KUHP diplesetkan menjadi ”Kasih Uang Habis Perkara” (paragraf 2)
-
Reaksi
: Mahasiswa tercengang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala
(paragraf 3)
-
Koda
: kelas kembali berlangsung normal (paragraf 4)
|
PROFIL
PENILAIAN KEGIATAN SISWA
DALAM
PELAJARAN TEKS ANEKDOT
Nama : ... ...
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Judul : ...
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Tanggal: ... ... ... ... ...
... ... ... ... ...
|
|||
|
Skor
|
Kriteria
|
Komentar
|
|
|
ISI
|
27—30
|
Sangat
baik—sempurna: menguasai
topik tulisan; substantif; abstraksi^orientasi^kris is^reaksi^koda; relevan
dengan topik yang dibahas
|
|
|
22—26
|
Cukup—baik: cukup menguasai permasalahan; cukup memadai;
pengembangan tesis terbatas; relevan dengan topik, tetapi kurang terperinci
|
||
|
17—21
|
Sedang—cukup: penguasaan permasalahan terbatas; substansi
kurang; pengembangan topik tidak memadai
|
||
|
13—16
|
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai permasalahan; tidak ada
substansi; tidak relevan; tidak layak dinilai
|
||
|
STRUKTUR TEKS
|
18—20
|
Sangat
baik—sempurna: ekspresi
lancar; gagasan terungkap padat, dengan jelas; tertata dengan baik; urutan
logis (abstraksi^or ientasi^krisis^reaksi^koda); kohesif
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: kurang lancar; kurang terorganisasi, tetapi
ide utama ternyatakan; pendukung terbatas; logis, tetapi tidak lengkap
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak
terkait; urutan dan pengembangan kurang logis
|
||
|
7—9
|
Sangat
kurang—kurang: tidak
komunikatif; tidak terorganisasi; tidak layak dinilai
|
||
|
KOSA KATA
|
18—20
|
Sangat baik—sempurna: penguasaan kata canggih; pilihan kata dan
ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk,
dan penggunaan kata/ ungkapan kadang-kadang salah, tetapi tidak mengganggu
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi
kesalahan bentuk, pilihan, dan penggunaan kosakata/ungkapan; makna
membingungkan atau tidak jelas
|
||
|
7—9
|
Sangat
kurang—kurang: pengetahuan
tentang kosakata, ungkapan, dan pembentukan kata rendah; tidak layak nilai
|
||
|
KALIMAT
|
18—20
|
Sangat
baik—sempurna: konstruksi
kompleks dan efektif; terdapat hanya sedikit kesalahan penggunaan bahasa
(urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, preposisi)
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: konstruksi sederhana, tetapi efektif;
terdapat kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan
penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi
makna cukup jelas
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: terjadi kesalahan serius dalam konstruksi
kalimat tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi,
urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna
membingungkan atau kabur
|
||
|
7—9
|
Sangat
kurang—kurang: tidak menguasai
tata kalimat; terdapat banyak kesalahan; tidak komunikatif; tidak layak
dinilai
|
||
|
MEKANIK
|
9—10
|
Sangat baik—sempurna: menguasai aturan penulisan; terdapat sedikit kesalahan ejaan,
tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf
|
|
|
7—8
|
Cukup—baik: kadang-kadang terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan
huruf kapital, dan penataan paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna
|
||
|
4—6
|
Sedang—cukup: sering terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf
kapital, dan penataan paragraf; tulisan tangan tidak jelas; makna
membingungkan atau kabur
|
||
|
1—3
|
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai aturan penulisan; terdapat banyak kesalahan
ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan
tidak terbaca; tidak layak dinilai
|
||
|
KOMENTAR
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
|
JUMLAH :
NILAI :
|
Semarang, 2014
Mengetahui
Kepala Sekolah, Guru
Mata Pelajaran,
Drs. Supriyanto,
M.Pd Drs. Petrus Joko Warkito, M. Pd.
NIP 196208081986031015 NIP 19651211 200701 1 015
![]() |
SMK NEGERI 6
|
F.KUR 09
|
|
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
|
Mata Pelajaran :
Bahasa Indonesia
Kelas / Semester :
X / Gasal
Pertemuan ke- :
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Materi
Pokok :Teks Anekdot
Kompetensi Inti :
1.
Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya
2.
Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
3.
Memahami, menerapkan,
menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.
Mengolah, menalar, menyaji,
dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara
efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar dan Indikator :
1.2
Menghargai dan mensyukuri keberadaan
bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan
bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.
2.3 Menunjukkan
sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa
Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan
kebijakan publik.
3.2 Membandingkan teks anekdot baik melalui lisan maupun
tulisan
-
Menentukan
persamaan dan perbedaan dari dua anekdot yang telah dibaca lisan maupun
tulisan.
-
Menentukan
struktur isi dan ciri bahasa dari dua contoh anekdot
4.2 Memproduksi
teks anekdot baik secara lisan maupuntulisan
- Menentukan langkah-langkah
pembelajaran teks anekdot.
- Menentukan identifikasi
teks anekdot.
I.
Tujuan
1.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan persamaan dan perbedaan dari dua anekdot yang telah
dibaca lisan maupun tulisan. (dengan
percaya diri)
2.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan menentukan struktur isi dan ciri bahasa dari dua contoh
anekdot. (dengan percaya diri,
peduli)
3.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan langkah-langkah pembelajaran teks anekdot. (dengan tanggung jawab)
4.
Setelah berdiskusi dan berlatih, peserta
dapat menentukan identifikasi
teks anekdot.(dengan percaya diri,
tanggung jawab)
II.
Materi Ajar
-
Persamaan/perbedaan
struktur isi dan ciri bahasa dua
teks anekdot
-
Langkah-langkah
penulisan teks anekdot
Nilai-nilai yang dikembangkan
·
Percaya diri
·
Tanggung jawab
·
PAK( Pendidikan Anti Korupsi )
·
Jujur
·
Disiplin
Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH )
III.
Metode Pembelajaran
-
Pendekatan : Scientific
(ilmiah)
-
Metode :
Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, penugasan, unjuk kerja
IV.
Alat/Bahan/Sumber
belajar
1.
Media
-
Video humor/
anekdot
-
Contoh teks
anekdot
2.
Alat/ Bahan
-
LCD
-
Laptop
3.
Sumber
Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekspresi Diri dan Akademik. 2013.
Jakarta: Kemendikbud.
V.
Langkah-langkah pembelajaran
|
|
Kegiatan
|
Nilai-nilai
yang dikembangkan
|
Alokasi waktu
|
|
A
|
Kegiatan Awal
1.
Salah seorang peserta didik memimpin
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2.
Peserta didik dan guru melakukan curah
pendapat tentang materi yang akan diajarkan.
3.
Peserta didik mengekspresikan rasa
syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah mempelajari materi tersebut.
4.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5.
Menyepakati kegiatan yang akan
dilakukan.
|
Taqwa
disiplin
peduli
disiplin
tanggung jawab
|
10 menit
|
|
B.
|
KEGIATAN INTI
1.
Peserta didik membaca dua teks anekdot.
2.
Peserta didik mengamati
peristiwa/kejadian yang unik atau aneh.
3.
Peserta didik mempertanyakan persamaan
dan perbedaan dua teks anekdot.
4.
Peserta didik membuat pertanyaan
tentang peristiwa unik atau aneh yang diamati.
5.
Peserta didik mengidentifikasi
persamaan struktur isi dua teks anedot yang dibaca.
6.
Peserta didik mengidentifikasi
persamaan ciri bahasa dua teks anedot yang dibaca.
7.
Peserta didik mengidentifikasi
perbedaan struktur isi dua teks anedot
yang dibaca.
8.
Peserta didik mengidentifikasi
perbedaan ciri bahasa dua teks anedot yang dibaca.
9.
Peserta didik membuat teks anekdot
sesuai dengan struktur isi teks anekdot (abstrak, orientasi, krisis, respon,
coda), ciri bahasa (pertanyaan
retoris, proses material, konjungsi temporal), dan kelucuan.
10.
Peserta didik mendiskusikan dan
menyimpulkan persamaan dan perbedaan
dua teks anekdot.
11.
Peserta didik mencari hubungan antara
topik dengan struktur isi teks anekdot
12.
Peserta didik menjelaskan persamaan
dan perbedaan dua teks anekdot.
13.
Peserta didik membacakan teks anekdot
dengan intonasi dan ekspresi yang tepat serta saling memberikan komentar.
|
Cermat
Percaya diri
bekerjasama
percaya
diri
|
70 menit
|
|
C
|
KEGIATAN AKHIR
1. Peserta didik menyusun rangkuman dengan bimbingan
guru.
2. Peserta didik melakukan refleksi misalnya
mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran.
3. Peserta didik diminta mencari contoh-contoh teks
anekdot yang beragam.
4.
Peserta
didik diberi tahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks
anekdot.
5.
Salah
seorang peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.
|
tanggung
jawab
demokrasi
tanggung
jawab
taqwa
|
10 menit
|
VI.
Penilaian
1. Jenis/ Teknik penilaian
Lampiran :
KUHP
dalam Anekdot
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi
kuliah Hukum Pidana, saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada pak dosen,
apa kepanjangan dari KUHP pak…?. Lalu pak dosen tidak menjawab sendiri
melainkan dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba saya dibantu untuk
menjawab pertanyaan saudara Ali”, pinta pak dosen. Lalu dengan tegas si Ahmad
menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara pak…!!!”, tegasnya. Mahasiswa lain tentu
pada tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan
pertanyaan pada si Ahmad, “saudara Ahmad, dari mana saudara tahu jawaban
itu?!!”. Dasar si Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya pula dengan tegas,
“peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik pak…!!!”.
Tugas
Individu
Cara Kerja : Siswa membaca teks anekdot yang telah disediakan dan
menjawab pertanyaan di bawahnya.
Soal
:
1.
Bandingkan persamaan
dan perbedaan dua teks anekdot di bawah
ini!
(buku paket halaman
112, 125
2.
Jelaskan
langkah-langkah menyusun teks anekdot !
3.
Susunlah satu contoh teks anekdot!
Tugas
kelompok
Cara Kerja :
1. Siswa secara berkelompok
membandingkan persamaan dan perbedaan dua teks anekdot.
2.Siswa secara berkelompok
mendiskusikan langkah-langkah menyusun teks anekdot.
3. Siswa secara individu menyusun
teks anekdot.
Pedoman
Penskoran Soal Tertulis
|
Aspek
|
Skor
|
|
Siswa menjawab pertanyaan benar
|
50
|
|
Siswa menjawab pertanyaan salah
|
0
|
|
SKOR MAKSIMAL
|
50
|
LEMBAR
PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran :...........................................................
Kelas/Semester :...........................................................
Tahun Pelajaran :...........................................................
Waktu Pengamatan : ..........................................................
Indikator perkembangan karakter kreatif,
komunikatif, dan kerja keras
1.
BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan
tugas
2.
MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih
sedikit dan belum ajeg/konsisten
3.
MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
4.
MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara
terus-menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan check list (√) pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
|
No.
|
Nama Siswa
|
Kreatif
|
Komunikatif
|
Kerja
keras
|
Santun
|
||||||||||||
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
||
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PROFIL
PENILAIAN KEGIATAN SISWA
DALAM
PELAJARAN TEKS ANEKDOT
Nama : ... ...
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Judul : ...
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Tanggal: ... ... ... ... ...
... ... ... ... ...
|
|||
|
Skor
|
Kriteria
|
Komentar
|
|
|
ISI
|
27—30
|
Sangat
baik—sempurna: menguasai
topik tulisan; substantif; abstraksi^orientasi^kris is^reaksi^koda; relevan
dengan topik yang dibahas
|
|
|
22—26
|
Cukup—baik: cukup menguasai permasalahan; cukup memadai;
pengembangan tesis terbatas; relevan dengan topik, tetapi kurang terperinci
|
||
|
17—21
|
Sedang—cukup: penguasaan permasalahan terbatas; substansi
kurang; pengembangan topik tidak memadai
|
||
|
13—16
|
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai permasalahan; tidak ada
substansi; tidak relevan; tidak layak dinilai
|
||
|
STRUKTUR TEKS
|
18—20
|
Sangat
baik—sempurna: ekspresi
lancar; gagasan terungkap padat, dengan jelas; tertata dengan baik; urutan
logis (abstraksi^or ientasi^krisis^reaksi^koda); kohesif
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: kurang lancar; kurang terorganisasi, tetapi
ide utama ternyatakan; pendukung terbatas; logis, tetapi tidak lengkap
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak
terkait; urutan dan pengembangan kurang logis
|
||
|
7—9
|
Sangat
kurang—kurang: tidak
komunikatif; tidak terorganisasi; tidak layak dinilai
|
||
|
KOSA KATA
|
18—20
|
Sangat baik—sempurna: penguasaan kata canggih; pilihan kata dan
ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk,
dan penggunaan kata/ ungkapan kadang-kadang salah, tetapi tidak mengganggu
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi
kesalahan bentuk, pilihan, dan penggunaan kosakata/ungkapan; makna
membingungkan atau tidak jelas
|
||
|
7—9
|
Sangat
kurang—kurang: pengetahuan
tentang kosakata, ungkapan, dan pembentukan kata rendah; tidak layak nilai
|
||
|
KALIMAT
|
18—20
|
Sangat
baik—sempurna: konstruksi
kompleks dan efektif; terdapat hanya sedikit kesalahan penggunaan bahasa
(urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, preposisi)
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: konstruksi sederhana, tetapi efektif;
terdapat kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan
penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi
makna cukup jelas
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: terjadi kesalahan serius dalam konstruksi
kalimat tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi,
urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna
membingungkan atau kabur
|
||
|
7—9
|
Sangat
kurang—kurang: tidak menguasai
tata kalimat; terdapat banyak kesalahan; tidak komunikatif; tidak layak
dinilai
|
||
|
MEKANIK
|
9—10
|
Sangat baik—sempurna: menguasai aturan penulisan; terdapat sedikit kesalahan ejaan,
tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf
|
|
|
7—8
|
Cukup—baik: kadang-kadang terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan
huruf kapital, dan penataan paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna
|
||
|
4—6
|
Sedang—cukup: sering terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf
kapital, dan penataan paragraf; tulisan tangan tidak jelas; makna
membingungkan atau kabur
|
||
|
1—3
|
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai aturan penulisan; terdapat banyak kesalahan
ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan
tidak terbaca; tidak layak dinilai
|
||
|
KOMENTAR
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
|
JUMLAH :
NILAI :
|
Semarang, Juli 2013
Mengetahui
Kepala Sekolah, Guru
Mata Pelajaran,
Drs. Supriyanto,
M.Pd Drs. Petrus Joko Warkito, M. Pd.
NIP 196208081986031015 NIP 19651211 200701 1 015
![]() |
SMK NEGERI 6
|
F.KUR 09
|
|
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
|
Mata Pelajaran :
Bahasa Indonesia
Kelas / Semester :
X / Gasal
Pertemuan ke- :
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Materi
Pokok :Teks Anekdot
Kompetensi Inti :
1.
Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya
2.
Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
3.
Memahami, menerapkan,
menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.
Mengolah, menalar, menyaji,
dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara
efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar dan Indikator :
1.3
Menghargai dan mensyukuri keberadaan
bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan bangsa
Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.
2.4
Menunjukkan sikap tanggung jawab,
peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat
anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
3.3
Menganalisis teks
anekdot baik melalui lisan maupun tulisan
-
Menganalisis isi
teks anekdot, baik melalui lisan maupun tulisan.
-
Menentukan karakteristik teks anekdot
4.3 Menyunting
teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
-
Menentukan penyuntingan isi sesuai dengan struktur isi
teks anekdot
-
Menentukan penyuntingan bahasa sesuai dengan struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca
I.
Tujuan
1.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat menganalisis
isi teks anekdot, baik melalui lisan maupun tulisan.(dengan percaya diri)
2.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan karakteristik teks anekdot (dengan penuh tanggung jawab)
3. Setelah
membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan penyuntingan
isi sesuai dengan struktur isi teks anekdot (dengan cermat)
4. Setelah
berdiskusi dan berlatih, peserta dapat menentukan penyuntingan bahasa sesuai dengan struktur kalimat, ejaan,
dan tanda baca (dengan teliti)
II.
Materi Ajar
-
Analisis isi teks
anekdot
-
Penyuntingan isi
sesuai dengan struktur isi teks anekdot
-
Penyuntingan
bahasa sesuai dengan struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca
Nilai-nilai yang dikembangkan
·
Percaya diri
·
Tanggung jawab
·
demokrasi
·
PAK( Pendidikan Anti Korupsi )
·
Jujur
·
Disiplin
Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH )
III. Metode pembelajaran
-
Pendekatan : Scientific (ilmiah)
- Metode : Diskusi kelompok, tanya jawab,
inkuiri, penugasan, unjuk kerja
IV. Media, Alat, Sumber Pembelajaran
1. Media
-
Video humor/
anekdot
-
Contoh teks
anekdot
2. Alat/ Bahan
-
LCD
-
Laptop
3. Sumber Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekspresi Diri dan
Akademik. 2013. Jakarta: Kemendikbud.
V.
Langkah-langkah pembelajaran.
|
|
Kegiatan
|
Nilai-nilai
yang dikembangkan
|
Alokasi waktu
|
|
A
|
Kegiatan Awal
1.
Salah seorang peserta didik memimpin
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2.
Peserta didik dan guru melakukan curah
pendapat tentang materi yang akan diajarkan.
3.
Peserta didik mengekspresikan rasa
syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah mempelajari materi tersebut.
4.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5.
Menyepakati kegiatan yang akan
dilakukan.
|
taqwa
disiplin
peduli
disiplin
tanggung jawab
|
10 menit
|
|
B.
|
KEGIATAN INTI
1.
Peserta didik membaca teks anekdot.
2.
Peserta didik membaca teks anekdot
yang ditulis teman.
3.
Peserta didik mempertanyakan isi teks
anekdot.
4.
Peserta didik mempertanyakan struktur
dan kaidah teks anekdot.
5.
Peserta didik menganalisis isi teks anekdot(aspek kelucuan, sindiran,
dan pengandaian) dengan cermat.
6.
Peserta didik menganalisis bahasa teks
anekdot (pilihan kata, gaya bahasa, dan konjungsi ) dengan cermat.
7.
Peserta didik menyunting teks yang ditulis teman dari aspek struktur
isi dan bahasa teks anekdot dengan
cermat.
8.
Peserta didik memperbaiki teks anekdot
berdasarkan hasil suntingan.
9.
Peserta didik membandingkan hasil
analisis dan saling melengkapi untuk mencari kebenaran.
10.
Peserta didik menemukan dan
menyimpulkan struktur dan kaidah teks anekdot yang baik.
11.
Peserta didik mempresentasikan hasil
analisis dengan rasa percaya diri.
12.
Peserta didik menanggapi presentasi
teman/kelompok lain secara santun.
13.
Peserta didik membacakan teks anekdot
dengan intonasi dan ekspresi yang tepat.
14.
Peserta didikmengomentari/menanggapi
struktur isi dan bahasa teks anekdot yang dibacakan teman/kelompok lain
dengan santun.
|
cermat
demokrasi
bekerjasama
percaya
diri
tanggung
jawab
peduli
jujur
|
70 menit
|
|
C
|
KEGIATAN AKHIR
1. Peserta didik menyusun rangkuman dengan bimbingan
guru.
2. Peserta didik melakukan refleksi misalnya
mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran.
3. Peserta didik diminta mencari contoh-contoh teks
anekdot yang beragam.
4.
Peserta
didik diberi tahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks
anekdot.
5.
Salah seorang
peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.
|
tanggung
jawab
demokrasi
tanggung
jawab
taqwa
|
10 menit
|
VI. Penilaian
1. Jenis/ Teknik penilaian
|
Jenis/Teknik penilaian Jenis/Teknik
|
Bentuk Instrumen
|
|
Observasi
|
Lembar pengamatan sikap dan rubrik
|
|
Tes Tulis
|
Tes uraian, menentukan struktur dan makna teks
anekdot
|
|
Tes Praktik-Proyek
|
Menulis teks anekdot, rubrik penilaian
|
2. Lembar Pengamatan Sikap
Penilaian
Proses dan Hasil Belajar :
1.
Jenis :
Perbuatan dan tulis
2.
Bentuk :
Produk
3.
Instrumen :
Teks anekdot “Puntung Rokok” (Buku teks
halaman 124)
Tugas Individu
Cara Kerja : Siswa menbaca teks anekdot yang telah disediakan dan
menjawab pertanyaan di bawahnya.
Soal
:
1.
Jelaskan pengertian anekdot!
2.
Jelaskan struktur teks anekdot!
3.
Temukan makna yang terdapat dalam teks anekdot “KUHP dalam Anekdot”
Tugas
kelompok
Cara Kerja : 1. Siswa secara
berkelompok mendiskusikan struktur teks
anekdot
yang disediakan.
2. Siswa secara berkelompok mendiskusikan
makna teks anekdot.
Kunci
Jawaban
4.
Pengertian anekdot
Anekdot adalah
cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan biasanya mengenai orang
penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
- Struktur anekdot
·
Abstraksi adalah bagian di awal paragraf
yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini
menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
· Orientasi
adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang
bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian
ini.
· Krisis
adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang
terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
· Reaksi
adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan
masalah yang timbul di bagian krisis tadi.
· Koda
merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi
kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
1.
Makna
yang terdapat dalam teks anekdot “ KUHP dalam Anekdot” adalah
Pedoman
Penskoran Soal Tertulis
|
Aspek
|
Skor
|
|
Siswa menjawab pertanyaan benar
|
50
|
|
Siswa menjawab pertanyaan salah
|
0
|
|
SKOR MAKSIMAL
|
50
|
LEMBAR
PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran :...........................................................
Kelas/Semester :...........................................................
Tahun Pelajaran :...........................................................
Waktu Pengamatan : ..........................................................
Indikator perkembangan karakter kreatif,
komunikatif, dan kerja keras
5.
BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan
tugas
6.
MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih
sedikit dan belum ajeg/konsisten
7.
MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
8.
MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara
terus-menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan check list (√) pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
|
No.
|
Nama Siswa
|
Kreatif
|
Komunikatif
|
Kerja
keras
|
Santun
|
||||||||||||
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
||
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PROFIL PENILAIAN KEGIATAN SISWA
DALAM PELAJARAN TEKS ANEKDOT
Nama : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
... ... ... ...
Judul : ... ... ... ... ... ... ... ... ...
... ... ... ... ...
Tanggal: ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
|
|||
|
Skor
|
Kriteria
|
Komentar
|
|
|
ISI
|
27—30
|
Sangat baik—sempurna: menguasai topik tulisan; substantif;
abstraksi^orientasi^kris is^reaksi^koda; relevan dengan topik yang dibahas
|
|
|
22—26
|
Cukup—baik: cukup menguasai permasalahan; cukup memadai;
pengembangan tesis terbatas; relevan dengan topik, tetapi kurang terperinci
|
||
|
17—21
|
Sedang—cukup: penguasaan permasalahan terbatas; substansi kurang;
pengembangan topik tidak memadai
|
||
|
13—16
|
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai permasalahan; tidak ada
substansi; tidak relevan; tidak layak dinilai
|
||
|
STRUKTUR TEKS
|
18—20
|
Sangat baik—sempurna: ekspresi lancar; gagasan terungkap padat,
dengan jelas; tertata dengan baik; urutan logis (abstraksi^or ientasi^krisis^reaksi^koda);
kohesif
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: kurang lancar; kurang terorganisasi, tetapi ide utama
ternyatakan; pendukung terbatas; logis, tetapi tidak lengkap
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak terkait; urutan
dan pengembangan kurang logis
|
||
|
7—9
|
Sangat kurang—kurang: tidak komunikatif; tidak terorganisasi;
tidak layak dinilai
|
||
|
KOSA KATA
|
18—20
|
Sangat baik—sempurna: penguasaan kata canggih; pilihan kata dan
ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk, dan
penggunaan kata/ ungkapan kadang-kadang salah, tetapi tidak mengganggu
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi kesalahan
bentuk, pilihan, dan penggunaan kosakata/ungkapan; makna membingungkan atau
tidak jelas
|
||
|
7—9
|
Sangat kurang—kurang: pengetahuan tentang kosakata, ungkapan, dan
pembentukan kata rendah; tidak layak nilai
|
||
|
KALIMAT
|
18—20
|
Sangat baik—sempurna: konstruksi kompleks dan efektif; terdapat
hanya sedikit kesalahan penggunaan bahasa (urutan/fungsi kata, artikel,
pronomina, preposisi)
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: konstruksi sederhana, tetapi efektif; terdapat
kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan
penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi
makna cukup jelas
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: terjadi kesalahan serius dalam konstruksi kalimat
tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi, urutan/fungsi
kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna membingungkan
atau kabur
|
||
|
7—9
|
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai tata kalimat; terdapat
banyak kesalahan; tidak komunikatif; tidak layak dinilai
|
||
|
MEKANIK
|
9—10
|
Sangat
baik—sempurna: menguasai aturan penulisan; terdapat sedikit kesalahan ejaan,
tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf
|
|
|
7—8
|
Cukup—baik: kadang-kadang
terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan
paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna
|
||
|
4—6
|
Sedang—cukup: sering terjadi
kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf;
tulisan tangan tidak jelas; makna membingungkan atau kabur
|
||
|
1—3
|
Sangat
kurang—kurang: tidak menguasai aturan penulisan; terdapat banyak kesalahan
ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan
tidak terbaca; tidak layak dinilai
|
||
|
KOMENTAR
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
|
JUMLAH :
NILAI :
|
Semarang, Juli 2013
Mengetahui
Kepala Sekolah, Guru
Mata Pelajaran,
Drs.Supriyanto,
M.Pd Drs. Petrus Joko Warkito, M. Pd.
NIP. 19620808 198603
1 015 NIP 19651211 200701 1 01
![]() |
SMK NEGERI 6
|
F.KUR 09
|
|
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
|
Mata Pelajaran :
Bahasa Indonesia
Kelas / Semester :
X / Gasal
Pertemuan ke- :
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Materi
Pokok :Teks Anekdot
Kompetensi Inti :
1.
Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya
2.
Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia
3.
Memahami, menerapkan,
menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.
Mengolah, menalar, menyaji,
dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara
efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar dan Indikator :
1.4
Menghargai dan mensyukuri keberadaan
bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan
bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.
2.5 Menunjukkan
sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa
Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan
kebijakan publik.
3.5 Mengidentifikasi teks anekdot secara lisan maupun
tulisan
-
Menentukan struktur teks anekdot dengan
benar.
-
Menentukan kaidah teks anekdot dengan
benar.
4.4 Mengabstraksi teks anekdot baik secara lisan
maupun tulisan
-
Menentukan isi teks anekdot
-
Menjelaskan makna kata, istilah, dan
ungkapan dalam teks anekdot dengan benar
III. Tujuan
1. Setelah
membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan struktur
teks anekdot dengan benar. ( dengan kesiagaan dan disiplin )
2.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan kaidah teks anekdot dengan benar.( dengan cermat
)
3. Setelah
membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat Menentukan
isi teks anekdot ( dengan teliti)
4. Setelah
berdiskusi dan berlatih, peserta dapat Menjelaskan makna kata, istilah, dan
ungkapan dalam teks anekdot dengan benar ( dengan percaya diri dan cermat )
IV. Materi Ajar
-
Identifikasi
karakteristik teks anekdot
-
Langkah-langkah
membuat abstraksi teks anekdot
V. Metode Pembelajaran
-
Pendekatan : Scientific (ilmiah)
-
Metode : Diskusi kelompok, tanya
jawab, inkuiri, penugasan, unjuk kerja
V.
Media, Alat, Sumber Pembelajaran
1. Media
-
Video humor/
anekdot
-
Contoh teks
anekdot
2. Alat/ Bahan
-
LCD
-
Laptop
3. Sumber Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekspresi Diri dan
Akademik. 2013. Jakarta: Kemendikbud.
VI.
Langkah-langkah Pembelajaran
|
|
Kegiatan
|
Nilai-nilai
yang dikembangkan
|
Alokasi waktu
|
|
A
|
Kegiatan Awal
1.
Salah seorang peserta didik memimpin
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2.
Peserta didik dan guru melakukan curah
pendapat tentang materi yang akan diajarkan.
3.
Peserta didik mengekspresikan rasa
syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah mempelajari materi tersebut.
4.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5.
Menyepakati kegiatan yang akan
dilakukan.
|
taqwa
disiplin
peduli
disiplin
tanggung jawab
|
10 menit
|
|
B.
|
KEGIATAN INTI
1.
Peserta didik membaca contoh teks
enekdot.
2.
Peserta didik mempertanyakan garis
besar (abstraksi) teks anekdot yang dibaca.
3.
Peserta didik mengidentifikasi
ciri-ciri teks anekdot.
4.
Peserta didik menuliskan garis besar
isi (abstraksi) teks anekdotdalam
beberapa kalimat secara terpadu.
5.
Peserta didik membandingkan garis
besar isi (abstraksi) anekdot antarPeserta didik untuk mencari yang terbaik.
6.
Peserta didik menuliskan laporan kerja
kelompok tentang karakteristik teks cerita sejarah.
7.
Peserta didik membacakan hasil kerja
kelompok di depan kelas dan Peserta didik lain memberikan tanggapan.
8.
Peserta didik mempresentasikan abstraksi teks aneknot yang terbaik.
|
cermat
demokrasi
bekerjasama
percaya
diri
tanggung
jawab
peduli
jujur
|
70 menit
|
|
C
|
KEGIATAN AKHIR
1. Peserta didik menyusun rangkuman dengan bimbingan
guru.
2. Peserta didik melakukan refleksi misalnya
mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran.
3. Peserta didik diminta mencari contoh-contoh teks
anekdot yang beragam.
4.
Peserta
didik diberi tahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks
anekdot.
5.
Salah
seorang peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.
|
tanggung
jawab
demokrasi
tanggung
jawab
taqwa
|
10 menit
|
VII.
Penilaian
1. Jenis/ Teknik penilaian
1. Jenis :
Perbuatan dan tulis
2. Bentuk :
Produk
3. Instrumen :
Teks anekdot “Puntunf Rokok” (Buku teks
halaman 124)
Tugas Individu
Cara Kerja : Siswa menbaca teks anekdot yang telah disediakan dan
menjawab pertanyaan di bawahnya.
Soal
:
1.
Jelaskan pengertian anekdot!
2.
Jelaskan struktur teks anekdot!
3.
Temukan makna yang terdapat dalam teks anekdot “KUHP dalam Anekdot”
Tugas
kelompok
Cara Kerja : 1. Siswa secara
berkelompok mendiskusikan struktur teks
anekdot
yang disediakan.
2. Siswa secara berkelompok mendiskusikan
makna teks anekdot.
Kunci
Jawaban
6.
Pengertian anekdot
Anekdot
adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan biasanya
mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
- Struktur anekdot
·
Abstraksi adalah bagian
di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya
bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
·
Orientasi adalah bagian
yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa
terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
·
Krisis adalah bagian
dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si
penulis atau orang yang diceritakan.
·
Reaksi adalah bagian
bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang
timbul di bagian krisis tadi.
·
Koda merupakan bagian
akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang
kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
2.
Makna yang terdapat dalam teks anekdot “ KUHP dalam
Anekdot” adalah
Pedoman
Penskoran Soal Tertulis
|
Aspek
|
Skor
|
|
Siswa menjawab pertanyaan benar
|
50
|
|
Siswa menjawab pertanyaan salah
|
0
|
|
SKOR MAKSIMAL
|
50
|
Semarang, Juli 2013
Mengetahui
Kepala Sekolah, Guru
Mata Pelajaran,
Drs. Supriyanto,
M.Pd Drs. Petrus Joko Warkito, M. Pd.
NIP. 19620808
198603 1 015 NIP 19651211 200701 1 015
![]() |
SMK NEGERI 6
|
F.KUR 09
|
|
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
|
Mata Pelajaran :
Bahasa Indonesia
Kelas / Semester :
X / Gasal
Pertemuan ke- :
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Materi
Pokok :Teks Anekdot
Kompetensi Inti :
1.
Menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.
Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3.
Memahami,
menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
4.
Mengolah,
menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar dan Indikator :
1.5
Menghargai dan mensyukuri keberadaan
bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan
bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.
2.6 Menunjukkan
sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa
Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan
kebijakan publik.
3.5 Mengevaluasi teks anekdot baik melalui lisan maupun
tulisan
-
Menentukan teks anekdot dalam bentuk
yang lain.
-
Menentukan struktur isi dalam teks
anekdot.
4.5 Mengonversi teks anekdot ke dalam bentuk yang
lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
-
Menentukan langkah-
langkah konversi teks anekdot menjadi teks monolog
-
Menentukan langkah- langkah konversi teks anekdot menjadi teks
drama pendek
I.
Tujuan
1.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat Menentukan teks anekdot dalam bentuk yang
lain.
2.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat Menentukan struktur isi dalam teks anekdot.
3.
Setelah membaca contoh teks anekdot dan
mendiskusikan, peserta didik dapat Menentukan langkah- langkah konversi teks
anekdot menjadi teks monolog
4.
Setelah berdiskusi dan berlatih, peserta
dapat Menentukan langkah- langkah konversi
teks anekdot menjadi teks drama pendek
II.
Materi Ajar
-
Evaluasi struktur
isi dan bahasa teks anekdot
-
Langkah- langkah
konversi teks anekdot menjadi teks monolog
-
Langkah- langkah
konversi teks anekdot menjadi teks drama pendek
III.
Metode Pembelajaran
-
Pendekatan : Scientific (ilmiah)
-
Metode : Diskusi kelompok, tanya jawab,
inkuiri, penugasan, unjuk kerja
IV.
Media, Alat, Sumber Pembelajaran
1. Media
- Video humor/ anekdot
- Contoh teks anekdot
2. Alat/ Bahan
- LCD
- Laptop
3. Sumber Belajar
Buku
Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekspresi Diri dan Akademik. 2013. Jakarta: Kemendikbud.
V.
Langkah-langkah Pembelajaran
|
|
Kegiatan
|
Nilai-nilai
yang dikembangkan
|
Alokasi waktu
|
|
A
|
Kegiatan Awal
1.
Salah seorang peserta didik memimpin
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2.
Peserta didik dan guru melakukan curah
pendapat tentang materi yang akan diajarkan.
3.
Peserta didik mengekspresikan rasa
syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah mempelajari materi tersebut.
4.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5.
Menyepakati kegiatan yang akan
dilakukan.
|
taqwa
disiplin
peduli
disiplin
tanggung jawab
|
10 menit
|
|
B.
|
KEGIATAN INTI
1.
Peserta didik membaca contoh hasil
evaluasi (kekurangan/kelebihan) struktur isi dan bahasa teks anekdot.
2.
Peserta didik membaca contoh teks
anekdot dan memahami isinya.
3.
Peserta didik mempertanyakan contoh
hasil evaluasi (kekurangan/kelebihan) struktur isi dan bahasa teks anekdot.
4.
Peserta didik mempertanyakanisi teks
anekdot yang dibaca.
5.
Peserta didik membaca contoh teks anekdot.
6.
Peserta didik mengevaluasi
(kekurangan/kelebihan) struktur isi dan bahasa teks anekdot dengan cermat.
7.
Peserta didik menulis ulang teks anekdot dalam bentuk uraian monolog
8.
Peserta didik membuat naskah drama pendek (untuk 10 menit) yang
berisi kritik sosial dengan memperhatikan
struktur teks anekdot: abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan coda.
9.
Peserta didik mendiskusikan dan
menyimpulkan hasil evaluasi (kekurangan/kelebihan) terhadap teks anekdot
dengan teman atau kelompok lain.
10. Peserta
didik mencari kesesuaian antara teks anekdot dengan tulisan cerita ulang teks
anekdot.
11. Peserta
didik mempresentasikan hasil evaluasi (kekurangan/kelebihan) terhadap teks anekdot
dengan rasa percaya diri.
12. Peserta
didik menanggapi presentasi teman/kelompok lain secara santun.
13. Peserta
didikmemeragakan/mementaskan hasil konversi teks anekdot
14. Peserta
didikmengomentari pementasan teks anekdot
|
cermat
demokrasi
bekerjasama
percaya
diri
tanggung
jawab
peduli
jujur
|
70 menit
|
|
C
|
KEGIATAN AKHIR
1. Peserta didik menyusun rangkuman dengan bimbingan
guru.
2. Peserta didik melakukan refleksi misalnya
mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran.
3. Peserta didik diminta mencari contoh-contoh teks
anekdot yang beragam.
4.
Peserta
didik diberi tahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks
anekdot.
5.
Salah
seorang peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.
|
tanggung
jawab
demokrasi
tanggung
jawab
taqwa
|
10 menit
|
VI.
Penilaian
1. Jenis/ Teknik penilaian
4. Jenis :
Perbuatan dan tulis
5. Bentuk :
Produk
6. Instrumen :
Teks anekdot “Puntung Rokok” (Buku teks
halaman 124)
Tugas Individu
Cara Kerja : Siswa menbaca teks anekdot yang telah disediakan dan
menjawab pertanyaan di bawahnya.
Soal
:
1.
Jelaskan pengertian anekdot!
2.
Jelaskan struktur teks anekdot!
3.
Temukan makna yang terdapat dalam teks anekdot “KUHP dalam Anekdot”
Tugas
kelompok
Cara Kerja : 1. Siswa secara
berkelompok mendiskusikan struktur teks
anekdot
yang disediakan.
2. Siswa secara berkelompok mendiskusikan
makna teks anekdot.
Kunci
Jawaban
8.
Pengertian anekdot
Anekdot
adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan biasanya
mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
- Struktur anekdot
·
Abstraksi adalah bagian
di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya
bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
·
Orientasi adalah bagian
yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa
terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
·
Krisis adalah bagian
dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si
penulis atau orang yang diceritakan.
·
Reaksi adalah bagian
bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang
timbul di bagian krisis tadi.
·
Koda merupakan bagian
akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang
kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
3.
Makna yang terdapat dalam teks anekdot “ KUHP dalam
Anekdot” adalah
Pedoman Penskoran Soal Tertulis
|
Aspek
|
Skor
|
|
Siswa menjawab pertanyaan benar
|
50
|
|
Siswa menjawab pertanyaan salah
|
0
|
|
SKOR MAKSIMAL
|
50
|
LEMBAR
PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran :...........................................................
Kelas/Semester :...........................................................
Tahun Pelajaran :...........................................................
Waktu Pengamatan : ..........................................................
Indikator perkembangan karakter kreatif,
komunikatif, dan kerja keras
5.
BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan
tugas
6.
MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih
sedikit dan belum ajeg/konsisten
7.
MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
8.
MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara
terus-menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan check list (√) pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
|
No.
|
Nama Siswa
|
Kreatif
|
Komunikatif
|
Kerja
keras
|
Santun
|
||||||||||||
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
||
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PROFIL PENILAIAN KEGIATAN
SISWA
DALAM PELAJARAN TEKS ANEKDOT
Nama : ... ... ... ... ... ...
... ... ... ... ... ... ... ...
Judul : ... ... ... ... ...
... ... ... ... ... ... ... ... ... Tanggal: ... ... ... ... ... ... ... ...
... ...
|
|||
|
Skor
|
Kriteria
|
Komentar
|
|
|
ISI
|
27—30
|
Sangat baik—sempurna: menguasai topik tulisan; substantif;
abstraksi^orientasi^kris is^reaksi^koda; relevan dengan topik yang dibahas
|
|
|
22—26
|
Cukup—baik: cukup menguasai permasalahan; cukup memadai;
pengembangan tesis terbatas; relevan dengan topik, tetapi kurang terperinci
|
||
|
17—21
|
Sedang—cukup: penguasaan permasalahan terbatas; substansi
kurang; pengembangan topik tidak memadai
|
||
|
13—16
|
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai permasalahan; tidak ada
substansi; tidak relevan; tidak layak dinilai
|
||
|
STRUKTUR TEKS
|
18—20
|
Sangat baik—sempurna: ekspresi lancar; gagasan terungkap padat, dengan
jelas; tertata dengan baik; urutan logis (abstraksi^or
ientasi^krisis^reaksi^koda); kohesif
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: kurang lancar; kurang terorganisasi, tetapi ide
utama ternyatakan; pendukung terbatas; logis, tetapi tidak lengkap
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak terkait;
urutan dan pengembangan kurang logis
|
||
|
7—9
|
Sangat kurang—kurang: tidak komunikatif; tidak terorganisasi; tidak
layak dinilai
|
||
|
KOSA KATA
|
18—20
|
Sangat baik—sempurna: penguasaan kata canggih; pilihan kata dan
ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk, dan
penggunaan kata/ ungkapan kadang-kadang salah, tetapi tidak mengganggu
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi
kesalahan bentuk, pilihan, dan penggunaan kosakata/ungkapan; makna
membingungkan atau tidak jelas
|
||
|
7—9
|
Sangat kurang—kurang: pengetahuan tentang kosakata, ungkapan, dan
pembentukan kata rendah; tidak layak nilai
|
||
|
KALIMAT
|
18—20
|
Sangat baik—sempurna: konstruksi kompleks dan efektif; terdapat hanya
sedikit kesalahan penggunaan bahasa (urutan/fungsi kata, artikel, pronomina,
preposisi)
|
|
|
14—17
|
Cukup—baik: konstruksi sederhana, tetapi efektif; terdapat
kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan
penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi
makna cukup jelas
|
||
|
10—13
|
Sedang—cukup: terjadi kesalahan serius dalam konstruksi kalimat
tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi, urutan/fungsi
kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna membingungkan
atau kabur
|
||
|
7—9
|
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai tata kalimat; terdapat banyak
kesalahan; tidak komunikatif; tidak layak dinilai
|
||
|
MEKANIK
|
9—10
|
Sangat baik—sempurna:
menguasai aturan penulisan; terdapat sedikit kesalahan ejaan, tanda baca,
penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf
|
|
|
7—8
|
Cukup—baik:
kadang-kadang terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital,
dan penataan paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna
|
||
|
4—6
|
Sedang—cukup:
sering terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan
penataan paragraf; tulisan tangan tidak jelas; makna membingungkan atau kabur
|
||
|
1—3
|
Sangat kurang—kurang:
tidak menguasai aturan penulisan; terdapat banyak kesalahan ejaan, tanda baca,
penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tidak terbaca; tidak
layak dinilai
|
||
|
KOMENTAR
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
|
JUMLAH :
NILAI :
|
Semarang,
………………….
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Praktikan
Drs.
H.Supriyanto, M.Pd. Dedi Priono
NIP 19610808 198603 1015 NPM 12410261
