Selasa, 26 April 2016

Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester        : X / Gasal
Pertemuan ke-           :
Alokasi Waktu          :  2 x 45 menit
Materi Pokok             :Teks Anekdot
Kompetensi Inti        :
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.      Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar dan Indikator        :
1.1              Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.
2.2              Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
3.4             Memahami struktur dan kaidah teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan
-          Menentukan struktur teks anekdot dengan benar.
-          Menentukan kaidah teks anekdot dengan benar.
4.4      Menginterpretasi makna teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan
-          Menentukan isi teks anekdot
-          Menjelaskan makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot dengan benar






I.        Tujuan
1.   Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan struktur teks anekdot mengenai “KUHP dalam Anekdot” secara lisan maupun tulisan dengan tepat (dengan penuh tanggung jawab, percaya diri)
2.   Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan kaidah teks anekdot mengenai “KUHP dalam Anekdot” secara lisan maupun tulisan dengan tepat (dengan penuh tanggung jawab)
3.   Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat mengidentifikasi isi teks anekdot mengenai “KUHP dalam Anekdot” secara lisan maupun tulisan dengan tepat (dengan jujur)
4.   Setelah berdiskusi dan berlatih, peserta dapat menjelaskan makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot dengan benar (dengan percaya diri dan penuh tanggung jawab)

II.     Materi Ajar
A.    Struktur isi teks anekdot
B.     Ciri bahasa  teks anekdot
C.     Isi teks anekdot
  1. Makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot
Nilai-nilai yang dikembangkan
·         Percaya diri
·         Tanggung jawab
·         PAK( Pendidikan Anti Korupsi )
·         Jujur
·         Disiplin
·         Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH )

III.  Metode Pembelajaran
A. Pendekatan        : Saintifik (ilmiah)
B.  Metode              : Diskusi, tanya jawab, inkuiri, penugasan, unjuk kerja

IV.  Alat / Bahan / Sumber Belajar
A.    Media
-          Video humor/ anekdot
-          Contoh teks anekdot




B.     Alat/ Bahan
-          LCD
-          Laptop

C.     Sumber Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekspresi Diri dan Akademik. 2013. Jakarta: Kemendikbud.

V.     Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan
Nilai-nilai yang dikembangkan
Alokasi  waktu
A
Kegiatan Awal
1.      Salah seorang peserta didik memimpin berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2.      Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang teks anekdot setelah menyimak tayangan humor/ anekdot.
3.      Peserta didik mengekspresikan rasa syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah menyimak tayangan teks humor/ anekdot.
4.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5.      Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.
6.      Guru membagi 5 kelompok kecil untuk berdiskusi tentang teks teks anekdot



taqwa
disiplin
peduli
disiplin
tanggung jawab

peduli
disiplin

10 menit
B.
KEGIATAN INTI
1.       Peserta didik mengamati dan membaca teks Anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot” dengan teliti dan bertanggung jawab dan rasa ingin tahu.
2.       Peserta didik mencermati uraian yang berkaitan dengan  struktur isi teks anekdot (abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda).
3.       Peserta didik mempertanyakan struktur isi teks anekdot (abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda)dengan cermat.
4.       Peserta didik menemukan struktur isi teks anekdot (abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda)
5.       Peserta didik menemukan ciri bahasa teks anekdot (pertanyaan retoris, proses material, dan konjungsi temporal).
6.       Peserta didik menjelaskan makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot.
7.       Masing - masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang teks anekdot ” KUHP dalam Anekdot”
8.       Peserta didik mengomunikasikan dan saling menilai kebenaran/ketepatan kesimpulan antarkelompok.
9.       Peserta didik menanggapi presentasi teman/kelompok lain secara santun.
10.   Penguatan dari guru.

cermat


cermat

percaya diri

tanggung jawab

cermat

percaya diri
percaya diri


tanggung jawab

peduli
tanggung jawab
70 menit
C
KEGIATAN AKHIR
1.      Peserta didik menyusun rangkuman dengan bimbingan guru.
2.      Peserta didik melakukan refleksi misalnya mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran.
3.      Peserta didik diminta mencari contoh-contoh teks anekdot yang beragam.
4.      Peserta didik diberi tahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks anekdot.
5.      Salah seorang peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.

tanggung jawab
demokrasi

tanggung jawab

peduli
taqwa
10 menit

VI. Penilaian
1. Jenis/ Teknik penilaian

Jenis/Teknik penilaian Jenis/Teknik

Bentuk Instrumen
Observasi

Lembar pengamatan sikap dan rubrik
Tes Tulis
Tes uraian, menentukan struktur dan makna teks anekdot

Tes Praktik-Proyek
Menulis teks anekdot, rubrik penilaian



2. Lembar Pengamatan Sikap
LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran            :...........................................................
Kelas/Semester            :...........................................................
Tahun Pelajaran           :...........................................................
Waktu Pengamatan     : ..........................................................

Indikator perkembangan karakter kreatif, komunikatif, dan kerja keras
1.      BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas
2.      MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
3.      MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas yang  cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
4.      MK (membudaya) jika menunjukkan adanya  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten

No.
Nama Siswa
Religius
Tanggug Jawab
Peduli
Responsif
Santun
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
1.





















2.





















3.





















4.





















5.





















...





















Keterangan :                                     
BT :  belum tampak
MT: mulai tampak
MB: mulai berkembang
MK: membudaya

Pensekoran :
5 = kurang
6 = sedang
7 = baik
8 = sangat baik



KUHP DALAM ANEKDOT
1.      1 Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.
2.      Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”
3.      Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak …!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.
4.       Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.

Tes Uraian !
1. Jelaskan pengertian anekdot!
2. Jelaskan  struktur teks anekdot!
3. Temukan makna yang terdapat dalam teks anekdot “KUHP dalam Anekdot”

Kunci Jawaban
1.      Pengertian anekdot
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
  1. Struktur anekdot
·      Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
·      Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
·      Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
·      Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi.
·      Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.

  1. Makna yang terdapat dalam teks anekdot “ KUHP dalam Anekdot” adalah
-          Abstraksi : seorang dosen memberikan kuliah hukum pidana (paragraf 1)
-          Orientasi : suasana kelas biasa-biasa saja (paragraf 1)
-          Krisis : KUHP diplesetkan menjadi ”Kasih Uang Habis Perkara” (paragraf 2)
-          Reaksi : Mahasiswa tercengang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala (paragraf 3)
-          Koda : kelas kembali berlangsung normal (paragraf 4)


PROFIL PENILAIAN KEGIATAN SISWA
DALAM PELAJARAN TEKS ANEKDOT
Nama : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Judul : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...              Tanggal: ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Skor
Kriteria
Komentar
ISI
27—30
Sangat baik—sempurna: menguasai topik tulisan; substantif; abstraksi^orientasi^kris is^reaksi^koda; relevan dengan topik yang dibahas
22—26
Cukup—baik: cukup menguasai permasalahan; cukup memadai; pengembangan tesis terbatas; relevan dengan topik, tetapi kurang terperinci
17—21
Sedang—cukup: penguasaan permasalahan terbatas; substansi kurang; pengembangan topik tidak memadai
13—16
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai permasalahan; tidak ada substansi; tidak relevan; tidak layak dinilai
STRUKTUR TEKS
18—20
Sangat baik—sempurna: ekspresi lancar; gagasan terungkap padat, dengan jelas; tertata dengan baik; urutan logis (abstraksi^or ientasi^krisis^reaksi^koda); kohesif
14—17
Cukup—baik: kurang lancar; kurang terorganisasi, tetapi ide utama ternyatakan; pendukung terbatas; logis, tetapi tidak lengkap
10—13
Sedang—cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak terkait; urutan dan pengembangan kurang logis
7—9
Sangat kurang—kurang: tidak komunikatif; tidak terorganisasi; tidak layak dinilai
KOSA KATA
18—20
Sangat baik—sempurna: penguasaan kata canggih; pilihan kata dan ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat
14—17
Cukup—baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk, dan penggunaan kata/ ungkapan kadang-kadang salah, tetapi tidak mengganggu
10—13
Sedang—cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi kesalahan bentuk, pilihan, dan penggunaan kosakata/ungkapan; makna membingungkan atau tidak jelas
7—9
Sangat kurang—kurang: pengetahuan tentang kosakata, ungkapan, dan pembentukan kata rendah; tidak layak nilai

KALIMAT
18—20
Sangat baik—sempurna: konstruksi kompleks dan efektif; terdapat hanya sedikit kesalahan penggunaan bahasa (urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, preposisi)
14—17
Cukup—baik: konstruksi sederhana, tetapi efektif; terdapat kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi makna cukup jelas
10—13
Sedang—cukup: terjadi kesalahan serius dalam konstruksi kalimat tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi, urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna membingungkan atau kabur
7—9
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai tata kalimat; terdapat banyak kesalahan; tidak komunikatif; tidak layak dinilai
MEKANIK
9—10
Sangat baik—sempurna: menguasai aturan penulisan; terdapat sedikit kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf
7—8
Cukup—baik: kadang-kadang terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna
4—6
Sedang—cukup: sering terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tangan tidak jelas; makna membingungkan atau kabur
1—3
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai aturan penulisan; terdapat banyak kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tidak terbaca; tidak layak dinilai


KOMENTAR
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….


JUMLAH :
NILAI      :



Semarang,              2014
Mengetahui
Kepala Sekolah,                                                                      Guru Mata Pelajaran,





Drs. Supriyanto, M.Pd                                                            Drs. Petrus Joko Warkito, M. Pd.
NIP 196208081986031015                                                    NIP 19651211 200701 1 015















SMK NEGERI 6 SEMARANG
F.KUR 09
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester        : X / Gasal
Pertemuan ke-           :
Alokasi Waktu          :  2 x 45 menit
Materi Pokok             :Teks Anekdot
Kompetensi Inti        :
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.      Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar dan Indikator        :
1.2     Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.
2.3     Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
3.2     Membandingkan teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan
-       Menentukan persamaan dan perbedaan dari dua anekdot yang telah dibaca lisan maupun tulisan.
-       Menentukan struktur isi dan ciri bahasa dari dua contoh anekdot
4.2   Memproduksi teks anekdot baik secara lisan maupuntulisan
-       Menentukan langkah-langkah pembelajaran teks anekdot.
-       Menentukan identifikasi teks anekdot.




I.            Tujuan
1.      Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan persamaan dan perbedaan dari dua anekdot yang telah dibaca lisan maupun tulisan. (dengan percaya diri)
2.      Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan menentukan struktur isi dan ciri bahasa dari dua contoh anekdot. (dengan percaya diri, peduli)
3.      Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan langkah-langkah pembelajaran teks anekdot. (dengan tanggung jawab)
4.      Setelah berdiskusi dan berlatih, peserta dapat menentukan identifikasi teks anekdot.(dengan percaya diri, tanggung jawab)

II.         Materi Ajar
-          Persamaan/perbedaan  struktur isi  dan ciri bahasa dua teks anekdot
-          Langkah-langkah penulisan teks anekdot
Nilai-nilai yang dikembangkan
·         Percaya diri
·         Tanggung jawab

·         PAK( Pendidikan Anti Korupsi )
·         Jujur
·         Disiplin
Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH )

III.      Metode Pembelajaran
-          Pendekatan             : Scientific (ilmiah)
-          Metode                     : Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, penugasan, unjuk kerja

IV.      Alat/Bahan/Sumber belajar
1.      Media
-             Video humor/ anekdot
-             Contoh teks anekdot
2.      Alat/ Bahan
-             LCD
-             Laptop
3.      Sumber Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekspresi Diri dan Akademik. 2013. Jakarta: Kemendikbud.

V.         Langkah-langkah pembelajaran

Kegiatan
Nilai-nilai yang dikembangkan
Alokasi  waktu
A
Kegiatan Awal
1.      Salah seorang peserta didik memimpin berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2.      Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang materi yang akan diajarkan.
3.      Peserta didik mengekspresikan rasa syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah mempelajari materi tersebut.
4.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5.      Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.

Taqwa

disiplin
peduli

disiplin
tanggung jawab

10 menit
B.
KEGIATAN INTI
1.         Peserta didik membaca dua  teks anekdot.
2.         Peserta didik mengamati peristiwa/kejadian yang unik atau aneh.
3.         Peserta didik mempertanyakan persamaan dan perbedaan dua teks anekdot.
4.         Peserta didik membuat pertanyaan tentang peristiwa unik atau aneh yang diamati.
5.         Peserta didik mengidentifikasi persamaan struktur isi dua teks anedot yang dibaca.
6.         Peserta didik mengidentifikasi persamaan ciri bahasa dua teks anedot yang dibaca.
7.         Peserta didik mengidentifikasi perbedaan  struktur isi dua teks anedot yang dibaca.
8.         Peserta didik mengidentifikasi perbedaan ciri bahasa dua teks anedot yang dibaca.
9.         Peserta didik membuat teks anekdot sesuai dengan struktur isi teks anekdot (abstrak, orientasi, krisis, respon, coda), ciri bahasa  (pertanyaan retoris, proses material, konjungsi temporal), dan kelucuan.
10.     Peserta didik mendiskusikan dan menyimpulkan persamaan dan  perbedaan dua teks anekdot.
11.     Peserta didik mencari hubungan antara topik dengan struktur isi teks anekdot
12.     Peserta didik menjelaskan persamaan dan perbedaan dua  teks anekdot.
13.     Peserta didik membacakan teks anekdot dengan intonasi dan ekspresi yang tepat serta saling memberikan komentar.


Cermat









Percaya diri



bekerjasama

percaya diri

70 menit
C
KEGIATAN AKHIR
1.      Peserta didik menyusun rangkuman dengan bimbingan guru.
2.      Peserta didik melakukan refleksi misalnya mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran.
3.      Peserta didik diminta mencari contoh-contoh teks anekdot yang beragam.
4.      Peserta didik diberi tahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks anekdot.
5.      Salah seorang peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.

tanggung jawab
demokrasi

tanggung jawab

taqwa
10 menit


VI.      Penilaian
1. Jenis/ Teknik penilaian
Lampiran :

KUHP dalam Anekdot
   Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana, saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada pak dosen, apa kepanjangan dari KUHP pak…?. Lalu pak dosen tidak menjawab sendiri melainkan dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba saya dibantu untuk menjawab pertanyaan saudara Ali”, pinta pak dosen. Lalu dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara pak…!!!”, tegasnya. Mahasiswa lain tentu pada tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “saudara Ahmad, dari mana saudara tahu jawaban itu?!!”. Dasar si Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya pula dengan tegas, “peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik pak…!!!”.

Tugas Individu
Cara Kerja : Siswa membaca teks anekdot yang telah disediakan dan menjawab pertanyaan di bawahnya.

Soal :
1.      Bandingkan persamaan dan perbedaan  dua teks anekdot di bawah ini!
(buku paket halaman 112, 125
2.      Jelaskan langkah-langkah menyusun teks anekdot !
3.       Susunlah satu contoh teks anekdot!

Tugas kelompok
Cara Kerja :
1. Siswa secara berkelompok membandingkan persamaan dan perbedaan dua teks anekdot.
2.Siswa secara berkelompok mendiskusikan langkah-langkah menyusun teks anekdot.
3. Siswa secara individu menyusun teks anekdot.

Pedoman Penskoran Soal Tertulis
Aspek
Skor
Siswa menjawab pertanyaan benar
50
Siswa menjawab pertanyaan salah
0
SKOR MAKSIMAL
50



LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran            :...........................................................
Kelas/Semester            :...........................................................
Tahun Pelajaran           :...........................................................
Waktu Pengamatan     : ..........................................................

Indikator perkembangan karakter kreatif, komunikatif, dan kerja keras
1.      BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas
2.      MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
3.      MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas yang  cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
4.      MK (membudaya) jika menunjukkan adanya  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten



Bubuhkan check list  (√)  pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No.
Nama Siswa
Kreatif
Komunikatif
Kerja keras
Santun
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
1.

















2.

















3

















4

















5

















6

















7

















10

















11


















PROFIL PENILAIAN KEGIATAN SISWA
DALAM PELAJARAN TEKS ANEKDOT
Nama : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Judul : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...              Tanggal: ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Skor
Kriteria
Komentar
ISI
27—30
Sangat baik—sempurna: menguasai topik tulisan; substantif; abstraksi^orientasi^kris is^reaksi^koda; relevan dengan topik yang dibahas
22—26
Cukup—baik: cukup menguasai permasalahan; cukup memadai; pengembangan tesis terbatas; relevan dengan topik, tetapi kurang terperinci
17—21
Sedang—cukup: penguasaan permasalahan terbatas; substansi kurang; pengembangan topik tidak memadai
13—16
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai permasalahan; tidak ada substansi; tidak relevan; tidak layak dinilai
STRUKTUR TEKS
18—20
Sangat baik—sempurna: ekspresi lancar; gagasan terungkap padat, dengan jelas; tertata dengan baik; urutan logis (abstraksi^or ientasi^krisis^reaksi^koda); kohesif
14—17
Cukup—baik: kurang lancar; kurang terorganisasi, tetapi ide utama ternyatakan; pendukung terbatas; logis, tetapi tidak lengkap
10—13
Sedang—cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak terkait; urutan dan pengembangan kurang logis
7—9
Sangat kurang—kurang: tidak komunikatif; tidak terorganisasi; tidak layak dinilai
KOSA KATA
18—20
Sangat baik—sempurna: penguasaan kata canggih; pilihan kata dan ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat
14—17
Cukup—baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk, dan penggunaan kata/ ungkapan kadang-kadang salah, tetapi tidak mengganggu
10—13
Sedang—cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi kesalahan bentuk, pilihan, dan penggunaan kosakata/ungkapan; makna membingungkan atau tidak jelas
7—9
Sangat kurang—kurang: pengetahuan tentang kosakata, ungkapan, dan pembentukan kata rendah; tidak layak nilai

KALIMAT
18—20
Sangat baik—sempurna: konstruksi kompleks dan efektif; terdapat hanya sedikit kesalahan penggunaan bahasa (urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, preposisi)
14—17
Cukup—baik: konstruksi sederhana, tetapi efektif; terdapat kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi makna cukup jelas
10—13
Sedang—cukup: terjadi kesalahan serius dalam konstruksi kalimat tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi, urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna membingungkan atau kabur
7—9
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai tata kalimat; terdapat banyak kesalahan; tidak komunikatif; tidak layak dinilai
MEKANIK
9—10
Sangat baik—sempurna: menguasai aturan penulisan; terdapat sedikit kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf
7—8
Cukup—baik: kadang-kadang terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna
4—6
Sedang—cukup: sering terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tangan tidak jelas; makna membingungkan atau kabur
1—3
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai aturan penulisan; terdapat banyak kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tidak terbaca; tidak layak dinilai


KOMENTAR
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….


JUMLAH :
NILAI      :


Semarang,    Juli 2013
Mengetahui
Kepala Sekolah,                                                                      Guru Mata Pelajaran,




Drs. Supriyanto, M.Pd                                                            Drs. Petrus Joko Warkito, M. Pd.
NIP 196208081986031015                                                    NIP 19651211 200701 1 015














SMK NEGERI 6 SEMARANG
F.KUR 09
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester        : X / Gasal
Pertemuan ke-           :
Alokasi Waktu          :  2 x 45 menit
Materi Pokok             :Teks Anekdot
Kompetensi Inti        :
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.      Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar dan Indikator        :
1.3        Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.
2.4        Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
3.3        Menganalisis teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan
-          Menganalisis  isi teks anekdot, baik melalui lisan maupun tulisan.
-          Menentukan karakteristik teks anekdot
4.3    Menyunting teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
-          Menentukan penyuntingan isi sesuai dengan struktur isi teks anekdot
-          Menentukan penyuntingan bahasa sesuai dengan struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca


I.         Tujuan
1.      Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menganalisis  isi teks anekdot, baik melalui lisan maupun tulisan.(dengan percaya diri)
2.      Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan karakteristik teks anekdot (dengan penuh tanggung jawab)
3.      Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan penyuntingan isi sesuai dengan struktur isi teks anekdot (dengan cermat)
4.      Setelah berdiskusi dan berlatih, peserta dapat menentukan penyuntingan bahasa sesuai dengan struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca (dengan teliti)

II.      Materi Ajar
-       Analisis isi teks anekdot
-       Penyuntingan isi sesuai dengan struktur isi teks anekdot
-       Penyuntingan bahasa sesuai dengan struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca

Nilai-nilai yang dikembangkan
·         Percaya diri
·         Tanggung jawab
·         demokrasi
·         PAK( Pendidikan Anti Korupsi )
·         Jujur
·         Disiplin
Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH )

III.   Metode pembelajaran
-       Pendekatan     : Scientific (ilmiah)
-       Metode            : Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, penugasan, unjuk kerja

IV.  Media, Alat, Sumber Pembelajaran
1.      Media
-          Video humor/ anekdot
-          Contoh teks anekdot

2.      Alat/ Bahan
-          LCD
-          Laptop

3.      Sumber Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekspresi Diri dan Akademik. 2013. Jakarta: Kemendikbud.
V.      Langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan
Nilai-nilai yang dikembangkan
Alokasi  waktu
A
Kegiatan Awal
1.    Salah seorang peserta didik memimpin berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2.    Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang materi yang akan diajarkan.
3.    Peserta didik mengekspresikan rasa syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah mempelajari materi tersebut.
4.    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5.    Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.

taqwa
disiplin
peduli
disiplin


tanggung jawab

10 menit
B.
KEGIATAN INTI
1.         Peserta didik membaca teks anekdot.
2.         Peserta didik membaca teks anekdot yang ditulis teman.
3.         Peserta didik mempertanyakan isi teks anekdot.
4.         Peserta didik mempertanyakan struktur dan kaidah teks anekdot.
5.         Peserta didik menganalisis isi  teks anekdot(aspek kelucuan, sindiran, dan  pengandaian) dengan cermat.
6.         Peserta didik menganalisis bahasa teks anekdot (pilihan kata, gaya bahasa, dan konjungsi ) dengan cermat.
7.         Peserta didik menyunting teks  yang ditulis teman dari aspek struktur isi  dan bahasa teks anekdot dengan cermat.
8.         Peserta didik memperbaiki teks anekdot berdasarkan hasil suntingan.
9.         Peserta didik membandingkan hasil analisis dan saling melengkapi untuk mencari kebenaran.
10.     Peserta didik menemukan dan menyimpulkan struktur dan kaidah teks anekdot yang baik.
11.     Peserta didik mempresentasikan hasil analisis dengan rasa percaya diri.
12.     Peserta didik menanggapi presentasi teman/kelompok lain secara santun.
13.     Peserta didik membacakan teks anekdot dengan intonasi dan ekspresi yang tepat.
14.     Peserta didikmengomentari/menanggapi struktur isi dan bahasa teks anekdot yang dibacakan teman/kelompok lain dengan santun.

cermat







demokrasi
bekerjasama


percaya diri
tanggung jawab

peduli


jujur
70 menit
C
KEGIATAN AKHIR
1.    Peserta didik menyusun rangkuman dengan bimbingan guru.
2.    Peserta didik melakukan refleksi misalnya mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran.
3.    Peserta didik diminta mencari contoh-contoh teks anekdot yang beragam.
4.    Peserta didik diberi tahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks anekdot.
5.    Salah seorang peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.

tanggung jawab
demokrasi

tanggung jawab

taqwa
10 menit

VI.   Penilaian
1. Jenis/ Teknik penilaian
Jenis/Teknik penilaian Jenis/Teknik

Bentuk Instrumen
Observasi

Lembar pengamatan sikap dan rubrik
Tes Tulis
Tes uraian, menentukan struktur dan makna teks anekdot

Tes Praktik-Proyek
Menulis teks anekdot, rubrik penilaian

          2. Lembar Pengamatan Sikap

Penilaian Proses dan Hasil Belajar :
1.      Jenis             : Perbuatan dan tulis
2.      Bentuk         : Produk
3.      Instrumen     :

Teks anekdot “Puntung Rokok” (Buku teks halaman 124)
Tugas Individu
Cara Kerja : Siswa menbaca teks anekdot yang telah disediakan dan menjawab pertanyaan di bawahnya.
Soal :
1. Jelaskan pengertian anekdot!
2. Jelaskan  struktur teks anekdot!
3. Temukan makna yang terdapat dalam teks anekdot “KUHP dalam Anekdot”
Tugas kelompok
Cara Kerja : 1. Siswa secara berkelompok mendiskusikan  struktur teks anekdot 
yang disediakan.
                       2. Siswa secara berkelompok mendiskusikan makna teks anekdot.

Kunci Jawaban
4.      Pengertian anekdot
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
  1. Struktur anekdot
·      Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
·      Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
·      Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
·      Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi.
·      Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
1.      Makna yang terdapat dalam teks anekdot “ KUHP dalam Anekdot” adalah


Pedoman Penskoran Soal Tertulis
Aspek
Skor
Siswa menjawab pertanyaan benar
50
Siswa menjawab pertanyaan salah
0
SKOR MAKSIMAL
50











LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran            :...........................................................
Kelas/Semester            :...........................................................
Tahun Pelajaran           :...........................................................
Waktu Pengamatan     : ..........................................................

Indikator perkembangan karakter kreatif, komunikatif, dan kerja keras
5.      BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas
6.      MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
7.      MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas yang  cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
8.      MK (membudaya) jika menunjukkan adanya  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan check list  (√)  pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No.
Nama Siswa
Kreatif
Komunikatif
Kerja keras
Santun
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
1.

















2.

















3

















4

















5

















6

















7

















10

















11


















PROFIL PENILAIAN KEGIATAN SISWA
DALAM PELAJARAN TEKS ANEKDOT
Nama : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Judul : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...              Tanggal: ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Skor
Kriteria
Komentar
ISI
27—30
Sangat baik—sempurna: menguasai topik tulisan; substantif; abstraksi^orientasi^kris is^reaksi^koda; relevan dengan topik yang dibahas
22—26
Cukup—baik: cukup menguasai permasalahan; cukup memadai; pengembangan tesis terbatas; relevan dengan topik, tetapi kurang terperinci
17—21
Sedang—cukup: penguasaan permasalahan terbatas; substansi kurang; pengembangan topik tidak memadai
13—16
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai permasalahan; tidak ada substansi; tidak relevan; tidak layak dinilai
STRUKTUR TEKS
18—20
Sangat baik—sempurna: ekspresi lancar; gagasan terungkap padat, dengan jelas; tertata dengan baik; urutan logis (abstraksi^or ientasi^krisis^reaksi^koda); kohesif
14—17
Cukup—baik: kurang lancar; kurang terorganisasi, tetapi ide utama ternyatakan; pendukung terbatas; logis, tetapi tidak lengkap
10—13
Sedang—cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak terkait; urutan dan pengembangan kurang logis
7—9
Sangat kurang—kurang: tidak komunikatif; tidak terorganisasi; tidak layak dinilai
KOSA KATA
18—20
Sangat baik—sempurna: penguasaan kata canggih; pilihan kata dan ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat
14—17
Cukup—baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk, dan penggunaan kata/ ungkapan kadang-kadang salah, tetapi tidak mengganggu
10—13
Sedang—cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi kesalahan bentuk, pilihan, dan penggunaan kosakata/ungkapan; makna membingungkan atau tidak jelas
7—9
Sangat kurang—kurang: pengetahuan tentang kosakata, ungkapan, dan pembentukan kata rendah; tidak layak nilai

KALIMAT
18—20
Sangat baik—sempurna: konstruksi kompleks dan efektif; terdapat hanya sedikit kesalahan penggunaan bahasa (urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, preposisi)
14—17
Cukup—baik: konstruksi sederhana, tetapi efektif; terdapat kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi makna cukup jelas
10—13
Sedang—cukup: terjadi kesalahan serius dalam konstruksi kalimat tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi, urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna membingungkan atau kabur
7—9
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai tata kalimat; terdapat banyak kesalahan; tidak komunikatif; tidak layak dinilai
MEKANIK
9—10
Sangat baik—sempurna: menguasai aturan penulisan; terdapat sedikit kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf
7—8
Cukup—baik: kadang-kadang terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna
4—6
Sedang—cukup: sering terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tangan tidak jelas; makna membingungkan atau kabur
1—3
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai aturan penulisan; terdapat banyak kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tidak terbaca; tidak layak dinilai


KOMENTAR
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….


JUMLAH :
NILAI      :

Semarang,    Juli 2013
Mengetahui
Kepala Sekolah,                                                                      Guru Mata Pelajaran,


Drs.Supriyanto, M.Pd                                                             Drs. Petrus Joko Warkito, M. Pd.
NIP. 19620808 198603 1 015                                                NIP 19651211 200701 1 01


SMK NEGERI 6 SEMARANG
F.KUR 09
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester        : X / Gasal
Pertemuan ke-           :
Alokasi Waktu          :  2 x 45 menit
Materi Pokok             :Teks Anekdot
Kompetensi Inti        :
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.      Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar dan Indikator        :
1.4     Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.
2.5     Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
3.5     Mengidentifikasi teks anekdot secara lisan maupun tulisan
-       Menentukan struktur teks anekdot dengan benar.
-       Menentukan kaidah teks anekdot dengan benar.
4.4  Mengabstraksi teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan
-       Menentukan isi teks anekdot
-       Menjelaskan makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot dengan benar





III.  Tujuan
1.   Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan struktur teks anekdot dengan benar. ( dengan kesiagaan dan disiplin )
2.   Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat menentukan kaidah teks anekdot dengan benar.( dengan cermat )
3.   Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat Menentukan isi teks anekdot ( dengan teliti)
4.   Setelah berdiskusi dan berlatih, peserta dapat Menjelaskan makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot dengan benar ( dengan percaya diri dan cermat )

IV.  Materi Ajar
-       Identifikasi karakteristik teks anekdot
-       Langkah-langkah membuat abstraksi teks anekdot
V.  Metode Pembelajaran
-          Pendekatan           : Scientific (ilmiah)
-          Metode                 : Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, penugasan, unjuk kerja

V.     Media, Alat, Sumber Pembelajaran
1.      Media
-          Video humor/ anekdot
-          Contoh teks anekdot
2.      Alat/ Bahan
-          LCD
-          Laptop
3.      Sumber Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekspresi Diri dan Akademik. 2013. Jakarta: Kemendikbud.

VI.  Langkah-langkah Pembelajaran


Kegiatan
Nilai-nilai yang dikembangkan
Alokasi  waktu
A
Kegiatan Awal
1.   Salah seorang peserta didik memimpin berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2.   Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang materi yang akan diajarkan.
3.   Peserta didik mengekspresikan rasa syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah mempelajari materi tersebut.
4.   Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5.   Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.

taqwa
disiplin
peduli
disiplin


tanggung jawab

10 menit
B.
KEGIATAN INTI
1.      Peserta didik membaca contoh teks enekdot.
2.      Peserta didik mempertanyakan garis besar (abstraksi) teks anekdot yang dibaca.
3.      Peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri teks anekdot.
4.      Peserta didik menuliskan garis besar isi (abstraksi)  teks anekdotdalam beberapa kalimat secara terpadu.
5.      Peserta didik membandingkan garis besar isi (abstraksi) anekdot antarPeserta didik untuk mencari yang terbaik.
6.      Peserta didik menuliskan laporan kerja kelompok tentang karakteristik teks cerita sejarah.
7.      Peserta didik membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas dan Peserta didik lain memberikan tanggapan.
8.      Peserta didik mempresentasikan  abstraksi teks aneknot yang terbaik.

cermat
demokrasi
bekerjasama


percaya diri
tanggung jawab

peduli

jujur
70 menit
C
KEGIATAN AKHIR
1.       Peserta didik menyusun rangkuman dengan bimbingan guru.
2.       Peserta didik melakukan refleksi misalnya mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran.
3.       Peserta didik diminta mencari contoh-contoh teks anekdot yang beragam.
4.       Peserta didik diberi tahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks anekdot.
5.       Salah seorang peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.

tanggung jawab
demokrasi

tanggung jawab

taqwa
10 menit






VII.          Penilaian
1. Jenis/ Teknik penilaian

1.      Jenis                 : Perbuatan dan tulis
2.    Bentuk              : Produk
3.    Instrumen         :

Teks anekdot “Puntunf Rokok” (Buku teks halaman 124)

Tugas Individu
Cara Kerja : Siswa menbaca teks anekdot yang telah disediakan dan menjawab pertanyaan di bawahnya.
Soal :
1. Jelaskan pengertian anekdot!
2. Jelaskan  struktur teks anekdot!
3. Temukan makna yang terdapat dalam teks anekdot “KUHP dalam Anekdot”

Tugas kelompok
Cara Kerja : 1. Siswa secara berkelompok mendiskusikan  struktur teks anekdot 
yang disediakan.
                       2. Siswa secara berkelompok mendiskusikan makna teks anekdot.

Kunci Jawaban
6.      Pengertian anekdot
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
  1. Struktur anekdot
·      Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
·      Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
·      Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
·      Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi.
·      Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
2.      Makna yang terdapat dalam teks anekdot “ KUHP dalam Anekdot” adalah


Pedoman Penskoran Soal Tertulis
Aspek
Skor
Siswa menjawab pertanyaan benar
50
Siswa menjawab pertanyaan salah
0
SKOR MAKSIMAL
50




Semarang,    Juli 2013
Mengetahui
Kepala Sekolah,                                                                      Guru Mata Pelajaran,






Drs. Supriyanto, M.Pd                                                            Drs. Petrus Joko Warkito, M. Pd.
NIP. 19620808 198603 1 015                                                            NIP 19651211 200701 1 015

                                                                                      















SMK NEGERI 6 SEMARANG
F.KUR 09
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester        : X / Gasal
Pertemuan ke-           :
Alokasi Waktu          :  2 x 45 menit
Materi Pokok             :Teks Anekdot
Kompetensi Inti        :
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.      Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar dan Indikator        :
1.5     Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.
2.6     Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
3.5     Mengevaluasi teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan
-             Menentukan teks anekdot dalam bentuk yang lain.
-             Menentukan struktur isi dalam teks anekdot.
4.5  Mengonversi teks anekdot ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
-             Menentukan langkah- langkah konversi teks anekdot menjadi teks monolog
-             Menentukan langkah- langkah konversi teks anekdot menjadi teks drama pendek
I.        Tujuan
1.      Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat Menentukan teks anekdot dalam bentuk yang lain.
2.      Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat Menentukan struktur isi dalam teks anekdot.
3.      Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikan, peserta didik dapat Menentukan langkah- langkah konversi teks anekdot menjadi teks monolog
4.      Setelah berdiskusi dan berlatih, peserta dapat Menentukan langkah- langkah konversi teks anekdot menjadi teks drama pendek

II.     Materi Ajar
-       Evaluasi struktur isi dan bahasa teks anekdot
-       Langkah- langkah konversi teks anekdot menjadi teks monolog
-       Langkah- langkah konversi teks anekdot menjadi teks drama pendek

III.  Metode Pembelajaran
-          Pendekatan  : Scientific (ilmiah)
-          Metode         : Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, penugasan, unjuk kerja
IV.  Media, Alat, Sumber Pembelajaran
1.      Media
-       Video humor/ anekdot
-       Contoh teks anekdot

2.      Alat/ Bahan
-       LCD
-       Laptop

3.      Sumber Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekspresi Diri dan Akademik. 2013. Jakarta: Kemendikbud.




V.     Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan
Nilai-nilai yang dikembangkan
Alokasi  waktu
A
Kegiatan Awal
1.   Salah seorang peserta didik memimpin berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
2.   Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang materi yang akan diajarkan.
3.   Peserta didik mengekspresikan rasa syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah mempelajari materi tersebut.
4.   Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5.   Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.

taqwa
disiplin
peduli
disiplin

tanggung jawab
10 menit
B.
KEGIATAN INTI
1.         Peserta didik membaca contoh hasil evaluasi (kekurangan/kelebihan) struktur isi dan bahasa teks anekdot.
2.         Peserta didik membaca contoh teks anekdot dan memahami isinya.
3.         Peserta didik mempertanyakan contoh hasil evaluasi (kekurangan/kelebihan) struktur isi dan bahasa teks anekdot.
4.         Peserta didik mempertanyakanisi teks anekdot yang dibaca.
5.         Peserta didik membaca contoh  teks anekdot.
6.         Peserta didik mengevaluasi (kekurangan/kelebihan) struktur isi dan bahasa teks anekdot dengan cermat.
7.         Peserta didik menulis ulang teks  anekdot dalam bentuk uraian monolog
8.         Peserta didik membuat  naskah drama pendek (untuk 10 menit) yang berisi kritik sosial dengan memperhatikan  struktur teks anekdot: abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan coda.
9.         Peserta didik mendiskusikan dan menyimpulkan hasil evaluasi (kekurangan/kelebihan) terhadap teks anekdot dengan teman atau kelompok lain.
10.     Peserta didik mencari kesesuaian antara teks anekdot dengan tulisan cerita ulang teks anekdot.
11.     Peserta didik mempresentasikan hasil evaluasi (kekurangan/kelebihan) terhadap teks anekdot dengan rasa percaya diri.
12.     Peserta didik menanggapi presentasi teman/kelompok lain secara santun.
13.     Peserta didikmemeragakan/mementaskan hasil konversi teks anekdot
14.     Peserta didikmengomentari pementasan teks anekdot

cermat
demokrasi
bekerjasama


percaya diri
tanggung jawab

peduli

jujur
70 menit
C
KEGIATAN AKHIR
1.    Peserta didik menyusun rangkuman dengan bimbingan guru.
2.    Peserta didik melakukan refleksi misalnya mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran.
3.    Peserta didik diminta mencari contoh-contoh teks anekdot yang beragam.
4.    Peserta didik diberi tahu bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks anekdot.
5.    Salah seorang peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.

tanggung jawab
demokrasi

tanggung jawab

taqwa
10 menit
                                         
VI.  Penilaian

1. Jenis/ Teknik penilaian

4.    Jenis                  : Perbuatan dan tulis
5.    Bentuk              : Produk
6.    Instrumen         :

Teks anekdot “Puntung Rokok” (Buku teks halaman 124)
Tugas Individu
Cara Kerja : Siswa menbaca teks anekdot yang telah disediakan dan menjawab pertanyaan di bawahnya.
Soal :
1. Jelaskan pengertian anekdot!
2. Jelaskan  struktur teks anekdot!
3. Temukan makna yang terdapat dalam teks anekdot “KUHP dalam Anekdot”






Tugas kelompok
Cara Kerja : 1. Siswa secara berkelompok mendiskusikan  struktur teks anekdot 
yang disediakan.
                       2. Siswa secara berkelompok mendiskusikan makna teks anekdot.
Kunci Jawaban
8.      Pengertian anekdot
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
  1. Struktur anekdot
·      Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
·      Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
·      Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
·      Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi.
·      Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
3.      Makna yang terdapat dalam teks anekdot “ KUHP dalam Anekdot” adalah
Pedoman Penskoran Soal Tertulis
Aspek
Skor
Siswa menjawab pertanyaan benar
50
Siswa menjawab pertanyaan salah
0
SKOR MAKSIMAL
50
















LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran            :...........................................................
Kelas/Semester            :...........................................................
Tahun Pelajaran           :...........................................................
Waktu Pengamatan     : ..........................................................

Indikator perkembangan karakter kreatif, komunikatif, dan kerja keras
5.      BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas
6.      MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
7.      MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas yang  cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
8.      MK (membudaya) jika menunjukkan adanya  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan check list  (√)  pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No.
Nama Siswa
Kreatif
Komunikatif
Kerja keras
Santun
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
1.

















2.

















3

















4

















5

















6

















7

















10

















11






























PROFIL PENILAIAN KEGIATAN SISWA
DALAM PELAJARAN TEKS ANEKDOT
Nama : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Judul : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Tanggal: ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Skor
Kriteria
Komentar
ISI
27—30
Sangat baik—sempurna: menguasai topik tulisan; substantif; abstraksi^orientasi^kris is^reaksi^koda; relevan dengan topik yang dibahas
22—26
Cukup—baik: cukup menguasai permasalahan; cukup memadai; pengembangan tesis terbatas; relevan dengan topik, tetapi kurang terperinci
17—21
Sedang—cukup: penguasaan permasalahan terbatas; substansi kurang; pengembangan topik tidak memadai
13—16
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai permasalahan; tidak ada substansi; tidak relevan; tidak layak dinilai
STRUKTUR TEKS
18—20
Sangat baik—sempurna: ekspresi lancar; gagasan terungkap padat, dengan jelas; tertata dengan baik; urutan logis (abstraksi^or ientasi^krisis^reaksi^koda); kohesif
14—17
Cukup—baik: kurang lancar; kurang terorganisasi, tetapi ide utama ternyatakan; pendukung terbatas; logis, tetapi tidak lengkap
10—13
Sedang—cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak terkait; urutan dan pengembangan kurang logis
7—9
Sangat kurang—kurang: tidak komunikatif; tidak terorganisasi; tidak layak dinilai
KOSA KATA
18—20
Sangat baik—sempurna: penguasaan kata canggih; pilihan kata dan ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat
14—17
Cukup—baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk, dan penggunaan kata/ ungkapan kadang-kadang salah, tetapi tidak mengganggu
10—13
Sedang—cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi kesalahan bentuk, pilihan, dan penggunaan kosakata/ungkapan; makna membingungkan atau tidak jelas
7—9
Sangat kurang—kurang: pengetahuan tentang kosakata, ungkapan, dan pembentukan kata rendah; tidak layak nilai

KALIMAT
18—20
Sangat baik—sempurna: konstruksi kompleks dan efektif; terdapat hanya sedikit kesalahan penggunaan bahasa (urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, preposisi)
14—17
Cukup—baik: konstruksi sederhana, tetapi efektif; terdapat kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi makna cukup jelas
10—13
Sedang—cukup: terjadi kesalahan serius dalam konstruksi kalimat tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi, urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna membingungkan atau kabur
7—9
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai tata kalimat; terdapat banyak kesalahan; tidak komunikatif; tidak layak dinilai
MEKANIK
9—10
Sangat baik—sempurna: menguasai aturan penulisan; terdapat sedikit kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf
7—8
Cukup—baik: kadang-kadang terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna
4—6
Sedang—cukup: sering terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tangan tidak jelas; makna membingungkan atau kabur
1—3
Sangat kurang—kurang: tidak menguasai aturan penulisan; terdapat banyak kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tidak terbaca; tidak layak dinilai



KOMENTAR
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….


JUMLAH :
NILAI      :



                                                                                       Semarang, ………………….
            Mengetahui,
Kepala Sekolah,                                                       Praktikan



      Drs. H.Supriyanto, M.Pd.                                           Dedi Priono
      NIP 19610808 198603 1015                                       NPM 12410261     











Tidak ada komentar:

Posting Komentar