Rabu, 05 Maret 2014



PROSA

Prosa adalah sebuah karya sastra yang bebas penulisannya dan tidak terikat oleh kaidah-kaidah seperti dalam puisi,sehingga bisa di sebut dengan karangan bebas.
Sedangkan Pengertian Prosa Fiksi Menurut Para Ahli adalah :
1. (aminuddin, 2002:66).
Pengetian  prosa fiksi adalah kisah atau cerita yang diemban oleh palaku-pelaku tertentu dengan pemeranan, latar serta tahapan dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu cerita.
2.  M. Saleh Saad dan Anton M. Muliono (dalam Tjahyono, 1988:106)
Pengertian prosa fiksi (fiksi, prosa narasi, narasi, ceritera berplot, atau ceritera rekaan disingkat cerkan) adalah bentuk ceritera atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa, dan alur yang dihasilkan oleh daya imajinasi.
3. Sudjiman, (1984:17)
Prosa Fiksi  ini sama dengan istilah cerita rekaan, yaitu kisahan yang mempunyai tokoh, lakuan, dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi, dalam ragam prosa.
Logika dalam prosa fiksi adalah logika imajnatif, sedangkan logika dalam nonfiksi adalah logika factual.
4. Menurut (Ardi yudi Pradana) 
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya.

Ciri-ciri prosa fiksi:
1.      Bersifat fiksi/rekaan
2.      Menyerupai kenyataan
3.      Bentuk karangan biasanya narasi
4.      Memiliki tokoh, peristiwa, latar, alur, dan pesan/ajaran
5.      Memiliki fungsi menghibur, kejiwaan, dan menyampaikan nilai-nilai kebenaran.

Jenis-jenis prosa fiksi:
1.      Prosa modern
a.  Cerita pendek/cerpen, adalah cerita berbentuk prosa yang pendek.
b.   Novelet, adalah cerita yang panjangnya lebih panjang dari cerpen, tetapi lebih pendek       dari novel.
c.  Novel/roman, adalah cerita berbentuk prosa yang menyajikan permasalahn-permasalahan    secara kompleks, dengan penggarapan unsur-unsurnya secara lebih luas dan rinci.
d.  Cerita anak, adalah cerita yang mencakup rentang umur pembaca beragam, mulai rentang 3-5 tahun, 6-9 tahun, dan 10-12 tahun (bahkan 13 dan 14) tahun.
e.  Novel remaja (chicklit dan teenlit), adalah novel yang ditulis untuk segmen pembaca remaja.

2.      Prosa lama
a. Dongeng
Dongeng adalah cerita yang sepenuhmya merupakan hasil imajinasi atau khayalan pengarang di mana yang diceritakan seluruhnya belum pernah terjadi.
b. Fabel
Fabel adalah cerita rekaan tentang binatang dan dilakukan atau para pelakunya binatna g yang diperlakukan seperti manusia. Contoh: Cerita Si Kancil yang Cerdik, Kera Menipu Harimau, dan lain-lain.
1.            Seribu Satu Malam, dan lain-lain.
d. Legenda
 Legenda adalah dongeng tentang suatu kejadian alam, asal-usul suatu tempat, benda, atau kejadian di suatu tempat atau daerah. Contoh: Asal Mula Tangkuban Perahu, Malin Kundang, Asal Mula Candi Prambanan, dan lain-lain.
e. Mite
Mite adalah cerita yang mengandung dan berlatar belakang sejarah atau hal yang sudah dipercayai orang banyak bahwa cerita tersebut pernah terjadi dan mengandung hal-hal gaib dan kesaktian luar biasa. Contoh: Nyi Roro Kidul.
f.    Cerita Penggeli  Hati, sering pula diistilahkan dengan cerita noodleheadkarena terdapat dalam hampir semua budaya rakyat. Cerita-cerita ini mengandung unsur komedi (kelucuan), omong kosong, kemustahilan, ketololan dan kedunguan, tapi biasanya mengandung unsur kritik terhadap perilaku manusia/mayarakat. Contohnya adalah Cerita Si Kabayan, Pak Belalang, Lebai Malang, dan lain-lain.
g.      Cerita Perumpamaan adalah dongeng yang mengandung kiasan atau ibarat yang berisi nasihat dan bersifat mendidik. Sebagai contoh, orang pelit akan dinasihati dengan cerita seorang Haji Bakhil.


Contoh prosa fiksi:

Cerpen : Umar Kayam


Mereka duduk bermalas-malasan di sofa. Marno dengan segelas scotch dan Jane dengan segelas martini. Mereka sama-sama memandang ke luar jendela.
“Bulan itu ungu, Marno.”
“Kau tetap hendak memaksaku untuk percaya itu ?”
“Ya, tentu saja, Kekasihku. Ayolah akui. Itu ungu, bukan?”
“Kalau bulan itu ungu, apa pula warna langit dan mendungnya itu?”
“Oh, aku tidak ambil pusing tentang langit dan mendung. Bulan itu u-ng-u! U-ng-u! Ayolah, bilang, ungu!”
“Kuning keemasan!”
“Setan! Besok aku bawa kau ke dokter mata.”
Marno berdiri, pergi ke dapur untuk menambah air serta es ke dalam gelasnya, lalu dia duduk kembali di sofa di samping.
Jane. Kepalanya sudah terasa tidak betapa enak.



Di dalam prosa fiksi, terdapat unsur-unsur pembangun yang disebut
unsur intrinsik. Yang termasuk unsur intrinsik, yaitu: tema, alur, penokohan,
latar, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa.
a. Tema
Tema ialah inti atau landasan utama pengembangan cerita. Hal
yang sedang diungkapakan oleh pengarang dalam ceritanya. Tema
dapat bersumber pada pengalaman pengarang, pengamatan pada
lingkungan, permasalahan kehidupan, dan sebagainya. Misalnya,
tentang cinta, kesetiaan, ketakwaan, korupsi, perjuangan mencapai
keinginan, perebutan warisan, dan sebagainya.

b. Alur/Plot
Alur ialah jalan cerita atau cara pengarang bercerita. Alur dapat
disebut juga rangkaian atau tahapan serta pengembangan cerita. Dari
mana pengarang memulai cerita mengembangkan dan mengakhirinya.
Alur terdiri atas alur maju, alur mundur (flash back), alur melingkar,
dan alur campuran
c. Penokohan
Penokohan ialah cara pengarang mengambarkan para tokoh di
dalam cerita. Penokohan terdiri atas tokoh cerita, yaitu orang-orang
yang terlibat secara langsung sebagai pemeran sekaligus penggerak
cerita dan orang-orang yang hanya disertakan di dalam cerita. Dan
watak tokoh, yaitu penggambaran karakter serta perilaku tokoh-tokoh
cerita. Untuk menimbulkan konflik, biasanya di dalam cerita ada tokoh
yang berperan penting dengan kepribadian yang menyenangkan dan
ada tokoh yang berseberangan tindak-tanduk dan perilakunya dengan
tokoh sentral tersebut. Tokoh utama disebut dengan tokoh protagonis
dan lawannya adalah tokoh antagonis.

d. Latar/Setting
Latar cerita adalah gambaran tentang waktu, tempat, dan
suasana yang digunakan dalam suatu cerita. Latar merupakan sarana
memperkuat serta menghidupkan jalan cerita.
e. Amanat
Amanat cerita adalah pesan moral atau nasehat yang disampaikan
oleh pengarang melalui cerita yang dikarangnya. Pesan atau nasehat
disampaikan oleh pengarang dengan cara tersurat yakni dijelaskan oleh
pengarang langsung atau melalui dialog tokohnya; dan secara tersirat
atau tersembunyi sehingga pembaca baru akan dapat menangkap
pesan setelah membaca keseluruhan isi cerita.
f. Sudut Pandang Pengarang
Sudut pandang pengarang atau point of view ialah posisi pengarang
dalam cerita. Posisi pengarang dalam cerita terbagai menjadi dua,
terlibat dalam cerita dan berada di luar cerita.

g. Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah bagaimana pengarang menguraikan ceritanya.
Ada yang menggunakan bahasa yang lugas, ada yang bercerita dengan
bahasa pergaulan atau bahasa sehari-hari.

2. Prosa Nonfiksi
Prosa nonfiksi ialah karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau
khayalan pengarang, tetapi berisi hal-hal yang berupa informasi faktual
(kenyataan) atau berdasarkan pengamatan pengarang. Karangan ini
diungkapkan secara sistematis, kronologis, atau kilas balik dengan
menggunakan bahasa semiformal. Karangan ini berbentuk eksposisi,
persuasi, deskripsi, atau campuran. Prosa nonfiksi disebut juga karangan
semiilmiah. Yang termasuk karangan semi ilmiah ialah : artikel, tajuk rencana,
opini, feature, tips, biografi, reportase, iklan, pidato, dan sebagainya.

a. Artikel
Artikel ialah karangan yang berisi uraian atau pemaparan yang
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
·         isi karangan bersumber pada fakta bukan sekadar realita
·         bersifat faktual dengan mengungkapkan data-data yang diketahui
pengarang bukan yang sudah umum diketahui (realita)
·         uraian tidak sepenuhnya merupakan hasil pemikiran pengarang,
tapi mengungkapakan fakta sesuai objek atau narasumbernya
·         isi artikel dapat memaparkan hal apa saja seperti, pariwisata, kisah
perjalanan, profil tokoh, kisah pengalaman orang lain, satir, atau
humor.

b. Tajuk Rencana
Tajuk rencana atau editorial adalah karangan yang bersifat argumentatif
yang ditulis oleh redaktur media massa mengenai hal-hal yang faktual
dan aktual (sedang terjadi atau banyak dibicarakan orang). Isi tajuk
merupakan pandangan atau tanggapan dari penulisnya mengenai
suatu permasalahan atau peristiwa. Tajuk rencana juga diistilahkan
dengan editorial.

c. Opini
Opini adalah tulisan berisi pendapat, pikiran atau pendirian seseorang
tentang sesuatu. Opini termasuk bentuk prosa faktual karena
meskipun masih bersifat pendapat penulisnya, namun tetap dalam
opini diungkapkan berbagai alasan yang dapat menguatkan pendapat
tersebut.

d. Feature
Feature atau ficer ialah sejenis artikel eksposisi yang memberikan
tekanan aspek tertentu yang dianggap menarik atau perlu ditonjolkan
dari suatu objek atau peristiwa yang memiliki daya tarik secara
emosional, pribadi, atau bersifat humor. Isi feature bukan berita yang
aktual, tapi kejadian yang sudah berlalu.

e. Biografi
Biografi adalah kisah atau riwayat kehidupan seorang tokoh yang
ditulis oleh orang lain. Biografi ditulis dengan berbagai tujuan. Salah
satunya untuk memberikan informasi bagi pembaca tentang latar
belakang kehidupan seorang tokoh dari sejak kecil hingga mencapai
karir di kehidupannya kemudian. Jika tokoh itu sendiri yang menulisnya
disebut otobiografi. Biografi termasuk prosa naratif ekspositoris atau
prosa faktual yang mengungkapkan fakta-fakta nyata.

f. Tips
Tips ialah karangan yang berisi uraian tentang tata cara atau langkah-langkah
operasional dalam melakukan atau membuat sesuatu. Disajikan
dengan ringan, sederhana, dan bahasa yang populer. Karangan ini
termasuk jenis artikel ekspositoris.



g. Reportase
Reportase ialah karangan yang berupa hasil laporan dari liputan suatu
peristiwa atau kejadian yang sedang berlangsung atau belum lama
berlangsung untuk keperluan berita di media massa. Bersifat informasi
aktual. Contoh reportase, yaitu berita langsung tentang kejadian
bencana alam gempa jogja, atau janjir di Jakarta.
h. Jurnalisme Baru (New Journalism)
Jurnalisme Baru (new journalism) ialah semacam berita yang
dituliskan ke dalam bentuk novel atau cerita pendek. Karena berbentuk
cerita, unsur-unsur pembangun sebuah cerita seperti, alur, tokohtokoh,
latar, dan konflik, dipenuhi meskipun isinya merupakan fakta
atau kejadian yang sebenarnya.

i. Iklan
Iklan ialah informasi yang disajikan lewat media massa, buletin
atau surat edaran yang bertujuan untuk memberitahukan atau
mempromosikan suatu barang atau jasa kepada khalayak untuk
kepentingan bisnis, pengumuman, atau pelayanan publik. Iklan terdiri
atas iklan keluarga, undangan, pengumuman, penerangan, niaga,
lowongan pekerjaan, dan sebagainya.
j. Pidato atau khotbah.
Pidato ialah aktivitas mengungkapkan pikiran, ide, gagasan secara
lisan dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kalimat kepada orang
banyak dengan tujuan tertentu. Pidato biasanya dilakukan dalam acaraacara
resmi, seremonial, dan pertemuan-pertemuan ilmiah. Pidato
merupakan bentuk komunikasi satu arah karena terdiri atas pemberi
pidato satu orang dan orang banyak sebagai pendengar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar